Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) ruas Sememi ke Utara-Fly Over Teluk Lamong.

Sedangkan dalam bidang kesehatan, tahun ini ada inovasi besar-besaran, yaitu pembangunan fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) dan radioterapi di RSUD dr M. Soewandhie. Dua fasilitas ini dinilai sangat penting karena pasien kanker di Kota Surabaya cukup tinggi.
“Makanya, Bu wali menginginkan fasilitas tambahan ini karena warga Surabaya sangat membutuhkannya,” kata dia.
Sementara dalam bidang pendidikan, anggarannya melebihi 20 persen dari total APBD. Anggaran itu untuk membiayai pendidikan gratis SD-SMP, apalagi perhitungan BOPDA sudah per-rombel, bukan per-kepala lagi. Bahkan, nanti akan ada pemberian jasa pelayanan bagi guru sekolah swasta sebanyak Rp 1 juta per orang per bulan. “Ada pula berbagai beasiswa yang disediakan oleh pemkot, sehingga anggarannya juga lumayan besar,” tegasnya.
Selain itu, tahun ini Pemkot Surabaya juga akan fokus pembenahan berbagai infrastruktur, demi mempersiapkan tuan rumah piala dunia U-20 tahun 2021. Pembenahan akses jalan dan lapangan penunjang itu akan dikerjakan dengan menggunakan APBD 2020. “Kira-kira itu fokus pemkot tahun depan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati membenarkan bahwa anggaran di dinasnya tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun. Hal itu akan digunakan untuk berbagai infrastruktur, terutama JLLB dan JLLT serta akses menuju stadion GBT yang nantinya akan ada tiga jalur. “Jembatan Joyoboyo dan melanjutkan box culvert juga menjadi prioritas kami tahun ini,” tegasnya.
Sementara itu, Pakar Tata Kota ITS Prof Johan Silas menegaskan bahwa tiga prioritas itu perlu dan saat ini sudah berjalan baik di Kota Surabaya. Namun, investasi masa depan jadi tantangan tersendiri bagi Kota Surabaya untuk tetap eksis. “Infrastruktur itu masih penting, tentunya dengan visi ke masa depan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




