Sosialisasi Aplikasi MBR, SKM, dan SKBK Online digelar selama tiga hari di beberapa wilayah kecamatan di Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan sosialisasi aplikasi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), SKM (Surat Keterangan Miskin) online, dan SKBK (Surat Keterangan Bantuan Kesehatan) online kepada Ketua RW dan LPMK se-Surabaya. Sosialisasi yang digelar selama tiga hari, yakni 28-30 Januari 2020 itu, terbagi menjadi beberapa wilayah kecamatan di Surabaya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, memasuki revolusi industri 4.0, Pemkot Surabaya ingin mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya mempercepat proses pelayanan melalui aplikasi berbasis online.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
“Dalam kondisi 4.0 digital ini, kita ingin mempermudah sebenarnya. Karena sekarang sudah pakai WhatsAapp, secara otomatis aplikasi ini akan kita download ke HP-nya (Ketua RW) masing-masing. Dan nanti Pak RW itu akan melaporkan siapa yang akan terdaftar ke MBR,” kata Eri seusai acara sosialisasi di Graha Sawunggaling Lantai 6, Selasa (28/1) malam.
Eri menjelaskan, ketika warganya tidak terdaftar dalam MBR, maka Ketua RW setempat dapat mendaftarkan melalui aplikasi MBR. Ketua RW hanya tinggal memasukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan alamat domisili warganya. Maka, secara otomatis, data yang dilaporkan itu kemudian masuk ke dalam aplikasi lurah.
“Intinya Ketua RW hanya memasukkan laporan NIK dan alamat saja (domisili), setelah itu kan secara otomatis masuk ke dalam lurah. Kami punya waktu 48 jam untuk menyatakan ini masuk MBR atau tidak,” terangnya.
Dengan adanya aplikasi tersebut, Eri menyatakan, permasalahan yang ada di masyarakat itu bisa terselesaikan dengan lebih cepat. Apalagi, Ketua RW dan RT merupakan unsur sosial yang paling dekat dari masyarakat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




