Wali Kota Risma saat ditemui awak media.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mendukung penuh langkah yang dilakukan pemerintah pusat dalam menggunakan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang berfungsi untuk cetak e-KTP. Untuk itu, pihaknya akan terus mempelajari lebih dalam lagi terkait mekanisme yang ada di dalam mesin ADM.
“Dari mekanisme ini, kami harus dan terus mempelajari dengan baik,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seusai rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 sekaligus penyerahan dan peresmian Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang berfungsi untuk cetak e-KTP, di Convention Hall Grand City, Surabaya, Jumat (31/1).
BACA JUGA:
- Gerak Cepat Tangani Genangan Usai Hujan Ekstrem, Pemkot Optimalkan Pompa dan Percepatan Drainase
- Pemkot Surabaya Gelar Diklat Juru Parkir Berkeselamatan, 70 Peserta Ikuti Sertifikasi Profesi
- Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan 39 Bangli di Asemrowo
- Sambut Libur Sekolah, Kadispendik Surabaya Ingatkan Jam Malam dan Ajak Ortu Batasi Gadget Anak
Sebenarnya, kata dia, Pemkot Surabaya sudah lama menggunakan alat seperti ADM tersebut. Terutama untuk menerbitkan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, akta kelahiran juga bisa dilakukan pencetakan dengan menggunakan alat tersebut.
“Kalau yang tadi untuk KK, sudah lama yang kita gunakan karena kertasnya bukan kertas yang khusus. Jadi kertasnya seperti kertas lain. Terus akta kelahiran juga bisa asalkan ada barcodenya,” katanya.
Namun, alat ADM yang dimiliki Pemkot Surabaya belum dapat digunakan untuk cetak e-KTP. Sebab, Risma mengaku, untuk cetak e-KTP harus menggunakan kertas atau blanko khusus. “Jadi kita belum bisa. Insya Allah nanti kita gunakan, makanya kita harus pelajari dengan baik,” pungkasnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, ADM adalah mesin yang memiliki banyak sekali manfaat bagi masyarakat Indonesia.
"Di samping itu, alat ini memiliki tiga sistem keamanan. Pertama menggunakan fingerprint yang sesuai dengan sidik jari, kedua menggunakan iris mata, dan terakhir ada sistem namanya face recognition karena ternyata wajah setiap orang itu berbeda,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




