Para anggota BPBD Jombang saat melakukan evakuasi korban tenggelam.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dua korban perahu penyeberangan (Tambangan) yang terbalik di sungai Brantas tepatnya di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (29/02) malam kemarin lusa ditemukan.
Kedua korban tersebut ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah tak bernyawa di aliran sungai brantas namun dilokasi yang berbeda.
BACA JUGA:
- Peringati WCD 2025, Wali Kota dan Wawali Kediri Tuangkan Eco Enzym di Sungai Brantas
- Sempat Hanyut Sehari di Sungai, Jasad Bocah Warga Jombang Ditemukan Tak Bernyawa
- Cari Remaja Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Kerahkan 35 Personel
- Remaja Terseret Arus Sungai Brantas di Blitar, Tim SAR Gabungan Bersiap di Posko Pencarian
Satu korban ditemukan di sisi Barat sungai oleh warga Jatikalen, Nganjuk, sedangkan satu lagi ditemukan di sisi timur sungai sekitar tambangan pasar Megaluh, Jombang, pada Senin 02/03/20 sekira pukul 09:30 WIB.
“Saat kita melakukan penyisiran pencarian korban, ada warga teriak melaporkan ke kita ditemukan 1 diduga korban. Kemudian kita lakukan evakuasi. Saat ini ada dua yang kita temukan,” ungkap petugas BPBD Jombang, Deni Santoso seusai melakukan evakuasi mayat.

Deni mengatakan, satu mayat yang ditemukan di Jatikalen bercirikan badan tinggi besar, usia kisaran 30 tahun. Sedangkan mayat yang ditemukan warga di Megaluh, berusia paruh baya dengan ciri badan kecil.
“Jenazah korban ditemukan warga tersangkut sampah. Keduanya ditemukan sudah menepi di pinggir,” terangnya.
Terpisah, Dantim Basarnas Surabaya Novix Heriadi belum bisa memastikan identitas mayat yang ditemukan warga tersebut. Saat ini kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang guna dilakukan proses identifikasi. “Kami belum bisa memastikan identitas penemuan jenazah, saat ini masih proses ident di RSUD,” tandasnya.
Sementara, hingga pencarian hari kedua oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang beserta Basarnas, masih tersisa dua korban lagi yang masih belum ditemukan. Saat ini tim pencari masih berupaya menyisir aliran sungai brantas.
Sebelumnya, sebuah perahu penyeberangan terbalik di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, pada Sabtu (29/2) pukul 22.00 WIB. Perahu kayu bermesin diesel itu berpenumpang 6 orang, termasuk pengemudi perahu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




