Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan Budi Asy'ari saat diwawancarai wartawan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pencanangan Kabupaten Pamekasan sebagai Kabupaten Literasi pada tahun 2022 oleh pemerintah setempat, dinilai sangat berat oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Budi Asyari.
Bahkan, Budi Asyari pesimis Kabupaten Pamekasan bisa menjadi Kabupaten Literasi di tahun 2022 mendatang, seperti yang dicanangkan Bupati Baddrut Tamam.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Tangis dan Doa Iringi Pelepasan 791 Jemaah Haji, Bupati Pamekasan Minta Jaga Kondisi Fisik
- Lepas Keberangkatan 1.384 Jamaah Haji, Bupati Pamekasan Tekankan Hal ini
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
"Terlalu dini kalau kita mau bicara soal kabupaten literasi. Kami sendiri masih pesimis," ungkap Budi kepada BANGSAONLINE.com.
Ia beralasan, saat ini budaya baca masyarakat di Kabupaten Pamekasan masih rendah. Sedangkan parameter kabupaten literasi dari Perpustakaan Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tergolong tinggi.
"Sampai hari ini tidak ada kabupaten literasi di Indonesia, apalagi pencanangan kabupaten literasi," tuturnya, Selasa (03/03/20).
Budi menyarankan Kabupaten Pamekasan terlebih dahulu mencanangkan tahapan gerbang literasi, mengingat dari tahun ke tahun tingkat minat baca belum mengalami perkembangan yang berarti.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




