PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pembenahan beberapa infrastruktur di Pasuruan yang mengalami kerusakan akibat diterjang bencana banjir dan longsor beberapa pekan lalu, sebagian besar sudah rampung. Sebelumnya, perbaikan tersebut ditargetkan 1 bulan rampung.
Menurut Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Misbah, penanganan infrastruktur imbas bencana itu untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak.
BACA JUGA:
- Pemkab Pasuruan Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
Ia menjelaskan ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam penanganan pasca bencana, seperti normalisasi sungai, pembersihan sampah, serta pengerukan wallet di beberapa sungai serta saluran pembuangan yang mengalami pendangkalan. Tak hanya itu saja, beberapa infrastruktur yang rusak imbas bencana tak luput dari perbaikan semi pemanen berupa pemasangan bronjong.
"Rata-rata pekerjaan tahap I sudah rampung. Sedangkan tahap kedua masih dalam pengerjaan oleh pihak rekana," jelas Misbah.
Misbah menerangkan, anggaran penanganan kedaruratan yang tersebar di beberapa kecamatan bersumber dari dana BTT (belanja tidak terduga). Total anggaran BTT pada tahun 2020 sebesar Rp 1,9 miliar.
"Ada 7 titik lokasi yang telah dilakukan penanganan oleh Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang pada tahun 2020. Rinciannya, di Dusun Tebel Desa Cangkringmalang anggaran Rp 300 juta, Desa Ngembel Rp 400 juta, Desa Kedungringin Rp 300 juta, untuk pembersihan eceng gondok di Kecamatan Beji Rp 400 juta, Desa Rejoso Rp 400 juta, dan Desa Karanglo Kecamatan Grati Rp 150 juta," pungkasnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




