Senin, 10 Mei 2021 15:26

Korupsi DD, Mantan Kades Pecoro Akhirnya Ditangkap Kejari Jember Setelah Buron 4 Tahun

Kamis, 19 Maret 2020 23:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muhammad Hatta
Korupsi DD, Mantan Kades Pecoro Akhirnya Ditangkap Kejari Jember Setelah Buron 4 Tahun
Iwan Hendrik, mantan Kades Desa Pecoro saat digelandang.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akhirnya berhasil menangkap Iwan Hendrik, mantan Kades Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jember, Kamis (19/3/2020). Iwan Hendrik diketahui sempat buron, dan pindah-pindah kota selama kurang lebih 4 tahun.

Ia tersangkut kasus korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Pecoro sekitar tahun 2007, hingga merugikan negara kurang lebih Rp. 100.169.000.

Atas perbuatannya, Iwan dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung pasca Kasasi pada tahun 2015 lalu.

Kasi Pidsus kejari Jember Satya Adi Wicaksana kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, putusan MA tersebut memutus terpidana dengan hukuman 1 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara, dan harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 60 juta.

BACA JUGA : 

Dugaan Penyimpangan BLT DD, Kades di Jember Sebut Warga Penerima Pikun

Kejari Jember Siap Serahkan Berkas Dua Tersangka Kasus Korupsi Pasar Manggisan ke Pengadilan Tipikor

Kembali Lakukan Penyelidikan Dugaan Korupsi di Jember, Jubir KPK: Tindak Lanjut Laporan Masyarakat

Kejari Jember Ambil Langkah Kasasi, Terkait Bebasnya Satu Terdakwa Kasus Korupsi Pasar Manggisan

"Karena terpidana tidak ditahan pada waktu itu, sehingga pasca turunnya putusan MA, maka pihak kejaksaan melakukan eksekusi. Namun ternyata terpidana melarikan diri," ujar Satya saat dikonfirmasi wartawan saat di Kejari Jember.

Lebih lanjut, Satya menjelaskan, saat dalam pelariannya, yang bersangkutan sering berpindah-pindah tempat sehingga sulit ditangkap.

"Dari pengakuannya, dia selama empat tahun selalu berpindah-pindah tempat, seperti di Cirebon hingga Malang. Dan akhirnya kita tangkap di rumahnya di Pecoro Rambipuji," ungkapnya.

Usai dilakukan penangkapan, terdakwa pun langsung dimasukkan ke lembaga pemasyarakatan Kelas IIA Jember untuk menjalani masa hukumannya sesuai putusan mahkamah Agung. Dengan masa hukuman selama 1 tahun dan harus membayar denda Rp 50 juta.

"Sedangkan kerugian negara telah dibayarkan terpidana sebesar Rp 60 juta," pungkasnya. (ata/yud/rev) 

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untu...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...