Jumat, 04 Desember 2020 15:29

Siswa SMK di Jember Ini Manfaatkan Galon dan Selang Bekas Jadi 'Wastafel' Otomatis

Sabtu, 11 April 2020 19:20 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Siswa SMK di Jember Ini Manfaatkan Galon dan Selang Bekas Jadi
Salah satu guru memanfaatkan tempat cuci tangan otomatis karya siswa SMK Darul Muqomah.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Siswa SMK Darul Muqomah Kecamatan Gumukmas, Jember, berhasil menciptakan tempat cuci tangan otomatis. Layaknya wastafel di pusat perbelanjaan modern, tempat cuci tangan ini bisa digunakan tanpa menyentuh atau memutar keran. Pengguna cukup mendekatkan tangan ke bibir keran, maka air akan mengucur otomatis.

Bahan membuat tempat cuci tangan otomatis ini sederhana. Para siswa Darul Muqomah hanya memanfaatkan galon dan selang bekas yang ada di sekitar. Total, mereka hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 150 ribu saja untuk membuat wastafel portabel tersebut.

"Membuat alat sederhana tempat cuci tangan otomatis ini murah. Juga tidak perlu menyentuh langsung, air mangucur otomatis dan diyakini steril saat mencuci tangan," ujar siswa Kelas 12 Faid Iksan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (11/4/2020).

Niatnya membuat tempat cuci tangan otomatis itu, merupakan salah satu giat ekstrakurikuler di sekolahnya yang kini tengah libur panjang. Karena itu, para siswa berinovasi untuk mengisi waktu belajar di rumah.

"Komunikasi kami rencana membuat alat ini lewat WhatsApp antar anggota ekstrakurikuler. Agar tidak bosan mengisi waktu senggang selain belajar. Jadi kami sepakat menciptakan alat yang juga bermanfaat. Apalagi bermanfaat untuk memutus penyebaran Covid-19 ini," katanya.

Faid mengatakan, bahan untuk membuat tempat cuci tangan otomatis ini, yakni galon tempat air minum, selang bekas sepanjang kurang lebih 15 centimeter (cm). "Kemudian juga Mikro Kontroler serta Sensor Inframerah untuk detektor saat tangan didekatkan di tempat keluarnya air. Kemudian terakhir lakban," sebutnya.

Faid mengungkapkan, alat sederhananya ini tidak ubahnya seperti kran otomatis yang dijual di pasaran. "Tapi karena harganya cukup mahal, jadi kita bikin dengan kreatif. Juga harapannya bisa dipasarkan dan dimanfaatkan orang banyak," ucapnya.

Cara kerja alat tersebut sangat sederhana yaitu tinggal sodorkan tangan di bawah pancuran selang, air langsung otomatis bisa keluar. Dan ketika tangan dijauhkan, otomatis air yang keluar berhenti.

"Kami buat ini cuman hitungan jam. Bahkan jika diproduksi massal juga bisa. Lebih otomatis, tidak usah putar tutup kran, jadi lebih steril. Biayanya cukup Rp 150 ribu saja," ungkapnya.

Faid mengatakan, berikutnya ia bersama teman-temannya akan membuat alat otomatis juga untuk hand sanitizer. "Cara kerjanya sama, dan juga nanti mungkin bisa semakin banyak dimanfaatkan," kata siswa yang juga pernah menyabet Lomba Robotik SMK se-Provinsi Jawa Timur tersebut.

Sementara Pengasuh Ponpes Darul Muqomah, Gus Zainil Ghulam, M.H.I. mengaku sangat bangga dengan ide dan kreativitas anak didiknya tersebut.

Menurutnya, alat tersebut akan dimanfaatkan untuk tamu ataupun pengunjung ponpes. Sehingga sebelum masuk, tamu diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu.

"Hanya dengan memanfaatkan barang bekas dan biaya tidak banyak, sudah bisa membuat alat otomatis buat kebersihan, serta buat cegah virus agar tidak merebak di kawasan Gumukmas ini," katanya. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...