Warga Kota Batu saat antre melakukan pendaftaran program Kartu Prakerja di kantor DPMPTSP dan Naker Kota Batu.
"Jika gagal bisa ikut di gelombang berikutnya. Sampai akhir tahun 2020 ada sekitar 30 gelombang pendaftaran. Anggaran yang digunakan juga tidak tanggung-tanggung, sebesar dua puluh triliun rupiah," terangnya.
Ia menjelaskan, Kartu Prakerja (KP) bukanlah kartu fisik, melainkan sebuah kode unik 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan.
Dalam program ini, peserta akan mengikuti pelatihan melalui platform digital yang digelar oleh mitra resmi Kartu Prakerja, yaitu Tokopedia, skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.
Besaran bantuan senilai Rp 3.550.000/per orang yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan Rp 1.000.000 untuk membeli aneka pelatihan melalui platform digital di atas, serta insentif tunai yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, OVO, atau GoPay milik peserta.
Insentif ini terdiri dari dua bagian, yaitu insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp 2.400.000), dan insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp 150.000).
"Apabila dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima, peserta belum menggunakan Kartu Prakerja untuk pelatihan pertama, maka sisa bantuan biaya pelatihan setelah pelatihan pertama dapat digunakan untuk membeli modul pelatihan selanjutnya hingga 31 Desember 2020," pungkasnya. (asa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




