Kepala Bakorwil V Jember, Tjahjo Widodo.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dinas Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur menyiapkan Pasar Jejaring di Jember dengan menggandeng aplikasi ojek online (Ojol), Gojek. Pasar Jejaring ini bertujuan mengurangi penyebaran Covid-19 dengan memangkas titik-titik keramaian di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jember.
Kepala Bakorwil V Jember, Tjahjo Widodo saat dikonfirmasi memastikan, tujuan dibuatnya aplikasi Pasar Jejaring ini bukan untuk melarang pasar tradisional beraktivitas secara offline. Melainkan, mendorong para pedagang agar memaksimalkan jualan melalui online atau dalam jaringan (daring).
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Melalui aplikasi ini, nantinya pengemudi ojol yang biasanya mengantar penumpang, kini diganti dengan mengantar barang pesanan yang titip belanja ke pasar.
"Kan kalau berkumpul di pasar pada umumnya dapat membahayakan, dan malah menyebarkan Covid-19. Juga agar tidak menjadi kerumunan masyarakat. Lah saat ini pasar kita ini masih ramai, bahkan tidak pakai masker juga," kata Tjahjo saat dikonfirmasi di kantornya Jalan Kalimantan, Rabu (6/5/2020).
Komunikasi mengenai aplikasi Pasar Jejaring ini, lanjut Tjahjo, sudah dilakukan dengan pemilik aplikasi online Gojek, lewat pilihan fasilitasnya Go-Shop.
"Kemarin kita sudah koordinasi dengan Gojek, dan memang punya program Go-Shop untuk di Jember sebagai pilot project-nya. Jadi masyarakat mau belanja ke pasar cukup lewat online," ujarnya.
Keuntungan Pasar Jejaring ini, kata Tjahjo, pedagang pasar selain bisa berdagang secara konvensional seperti biasanya, juga bisa berdagang secara online.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




