Ilustrasi pasien positif Covid-19.
Perihal kronologi, Agus mengatakan bahwa pasien M ini pada tanggal 15 hingga 17 April 2020 sempat mengalami gangguan tidak bisa buang air besar (BAB). Kemudian, 18 April yang bersangkutan pergi berobat ke perawat.
"Karena kondisi almarhum belum membaik, maka pada 21 April diperiksakan ke dokter. Hasilnya, GDA 250 dan tensi darah 140/90 mmhg. Oleh karenanya, almarhum M menjalani rawat inap di RS Lukas dan dilakukan foto thorax di RSUD Syamrabu Bangkalan," jelasnya.
Agus melanjutkan, tanggal 23 April almarhum M dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan dengan status sebagai PDP dan menjalani tes swab keesokan harinya. Kemudian, tim medis melakukan rapid test terhadap 6 anggota keluarga, yang mana hasilnya 4 di antaranya reaktif Covid-19.
"Dari keempat anggota keluarga yang reaktif berdasarkan hasil rapid test ini, sudah dilakukan tes swab pada 5 Mei kemarin, dan masih menunggu hasilnya nanti," jelasnya.
Sementara pasien ke-15 juga laki-laki berinisial H (40), seorang pelaut warga Kecamatan Kota, Bangkalan. Pasien H adalah kakak ipar dari TR, yang sebelumnya sudah lebih dahulu terpapar Covid-19 dan sedang dirawat di RS Surabaya.
Kronologi H hingga dinyatakan positif Covid-19, bermula saat ia tiba di Bangkalan pada 14 April. Kemudian, pada 23 April dilakukan rapid test, hasilnya reaktif Covid-19.
Keesokan harinya pada 24 April, H melakukan tes swab. "Hasil swab, pasien dinyatakan positif Covid-19 dan bersedia menjalani isolasi mandiri di rumahnya," pungkasnya. (ida/uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




