7 dari 8 pelaku begal saat dipamerkan di Mapolresta Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Komplotan begal di Sidoarjo yang beraksi pertengahan April 2020 lalu di Jalan KH Ali Mas'ud, sekitaran Museum Mpu Tantular, Buduran, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo.
Para pelaku begal yang diringkus kali ini tidak segan melukai tubuh korban saat beraksi. Peristiwa terakhir dialami korban Arif Fauzan bersama Candra Pratama.
BACA JUGA:
- Polsek Sedati Gabungan Cek Dugaan Judi Kartu Remi di Warung Kopi Sedati, Ini Hasilnya
- Santri MTs di Sidoarjo Diduga Dianiaya Pengurus Ponpes, Keluarga Minta Keadilan
- Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil di Sidoarjo
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
Saat itu kedua korban berboncengan, melintas di jalan tersebut pukul 00.30 WIB hendak pulang ke rumahnya. Kemudian di Jalan KH. Ali Mas'ud, ia dihadang delapan orang pelaku begal mengendarai empat unit motor matic. Kemudian kedua korban dikeroyok oleh delapan pelaku. Hingga akhirnya motor matic milik korban dirampas para pelaku. Akibat pengeroyokan ini, korban mengalami luka pukul benda keras di bagian kepala.
"Dari laporan masyarakat yang masuk terkait terjadinya aksi begal tersebut, tim kami dari Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus begal ini. Tim menangkap sembilan pelaku. Tujuh sebagai pelaku begal sudah ditangkap, dan satu lagi masih DPO. Kemudian ada lagi dua pelaku sebagai penadah," ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Jumat (8/5/2020) di Mapolresta Sidoarjo.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Sumardji menambahkan, bahwa satu di antara komplotan begal tersebut adalah GF (23), residivis yang pernah mendapatkan asimilasi pada 10 Maret 2020 lalu, terkait dengan perkara pencurian dengan kekerasan yang terjadi di sekitar Museum Mpu Tantular Kabupaten Sidoarjo, tahun 2018.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




