Berstatus PDP, Pedagang di Pasar Kolpajung Menolak Dirawat di Ruang Isolasi Rumah Sakit

Berstatus PDP, Pedagang di Pasar Kolpajung Menolak Dirawat di Ruang Isolasi Rumah Sakit Suasana di Pasar Tradisional Kolpajung, Pamekasan. Pasar ini tetap ramai, seakan tak terpengaruh wabah Covid-19.

PDP tersebut direncanakan akan langsung diambil swab spesimennya untuk diuji ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.

"PDP ini gejalanya mengarah ke Covid-19. Kemungkinan pasien ini akan tetap diisolasi, tapi kami akan melibatkan polisi dan tentara. Supaya pasien ini mau," tutupnya.

Suasana di Pasar Kolpajung sendiri sampai saat ini, masih banyak pedagang dan pengunjung yang tidak mematuhi imbauan pemerintah untuk jaga jarak, cuci tangan, dan tetap berkerumun. Hal ini tentunya sangat berisiko terjadi penularan virus Corona.

Miskipun sudah ada tandon cuci tangan, namun para pedagang maupun pengunjung pasar sepertinya kurang memanfaatkan tandon tersebut.

Seperti yang dikatakan Fatah, seorang pedagang di Pasar Kolpajung. "Mereka masih banyak yang tidak memakai masker, tidak cuci tangan, biar pun sudah ada tandon cuci tangan. Dan, masih tidak menghiraukan jaga jarak," ujarnya, Selasa (12/05/20).

Atas kondisi tersebut, ia mengaku tidak nyaman saat berkunjung di Pasar Kolpajung. Apalagi setelah mendengar kabar salah seorang pedagang berstatus PDP dan gejalanya mengarah ke Covid-19. "Kan kami di sini merasa khawatir mas, takut nantinya banyak yang tertular," tukasnya kepada HARIAN BANGSA. (yen/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Haul Akbar di Masjid Nurul Huda Pamekasan, Satukan Generasi dan Santri Kiai Mattawi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO