Pertarungan Keras Qosim, Anha, dan Gus Yani Berebut Kursi G 1 Gresik

Pertarungan Keras Qosim, Anha, dan Gus Yani Berebut Kursi G 1 Gresik Moh Qosim. foto: syuhud/ bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Hingga kini KPU Pusat belum memutuskan, apakah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 270 kabupaten, kota, dan provinsi, dilanjutkan tahun 2020, atau bahkan mundur tahun 2021. Mengingat, pandemi COVID-19 belum tampak mereda.

Terkait kondisi ini, manuver politik di Gresik terus berlangsung. Ada tiga figur bakal calon bupati (bacabup) yang tengah bertarung keras dalam kontestasi Pilbup Gresik.

Mereka adalah, Ketua PKB Gresik Moh. Qosim, Ketua Golkar Gresik Ahmad Nurhamim (Anha), dan Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani.

Qosim dalam berbagai kesempatan secara terang-terangan menyatakan dirinya memang berniat maju di Pilbuo Gresik 2020. "Saya mengikuti sejumlah penjaringan di sejumlah partai politik sebagai bukti kalau siap maju menjadi bacabup pada Pilbup Gresik," ujar Qosim kepada BANGSAONLINE.com usai mengikuti pemaparan visi dan misi yang digelar DPC PPP Gresik beberapa waktu lalu.

Bahkan, kala itu Qosim dengan tegas menyatakan akan menggandeng Ketua Gerindra Gresik Asluchul Alif sebagai bacawabup. Menurutnya, duet dirinya dengan Alif hanya menunggu rekom dari dewan pimpinan pusat (DPP) masing-masing turun.

DPC PKB Gresik sendiri dengan 13 kursinya di DPRD (lebih 20 persen), telah cukup untuk bisa mengusulkan dan mengirimkan nama Qosim ke DPP sebagai bacabup untuk menghadapi Pilbup Gresik.

Hal ini juga telah diputuskan dalam rapat kerja cabang (Rakercab) di Aston Hotel. "Nama Pak Qosim sudah kami kirim ke DPP," ujar Sekretaris DPC PKB Gresik, Imron Rosyadi beberapa waktu lalu.

Sementara Ahmad Nurhamim, juga mengaku sudah mantap maju menjadi bakal calon bupati (bacabup) Gresik. Ia juga mendaftar penjaringan ke sejumlah parpol.

(Ahmad Nurhamim. foto: syuhud/ bangsaonline.com)

Menurut Anha, begitu panggilan akrabnya, dirinya telah menyampaikan niat baiknya itu kepada semua pengurus, kader, dan organisasi sayap Golkar Gresik, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. "Bismillahirahmanirahim, saya niat maju pada Pilbup Gresik 2020," ujar Anha kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (24/5).

Namun sejauh ini, lanjut Anha, dirinya belum menentukan siapa yang akan digandeng sebagai bacawabup. Termasuk, parpol mana yang akan diajak koalisi untuk mengusung dirinya. Mengingat, Golkar baru memiliki 8 kursi di DPRD, sehingga kurang 2 kursi untuk memenuhi kuota persyaratan maju.

"Sejauh ini, untuk pendamping saya masih minta masukan para tokoh dan parpol yang tengah kami jajaki untuk koalisi," ungkapnya.

Anha mengaku tak mematok harga mati untuk posisi di nomor 1 (bacabup), mengingat parpolnya kurang dari 20 persen. "Intinya, sampai detik ini saya niat dan siap maju menjadi bacabup. Namun, kalau nanti Allah SWT berkehendak lain sehingga saya harus di posisi nomor 2 (bacawabup) dengan berbagai pertimbangan politik dan saran para kiai, ulama, dan tokoh yang saya anut, saya akan sami'na wa atha'na (patuh)," pungkas Wakil Ketua DPRD Gresik ini.

Senada dengan Qosim dan Nurhamim, Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani akhirnya menyatakan maju bacabup setelah sebelumnya berkali-kali mengatakan tidak akan running di Pilbup Gresik.

"Saya secara lahir dan batin siap maju menjadi bacabup pada Pilbup Gresik untuk mewujudkan Gresik Baru," ujar Yani kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (24/5).

(Fandi Akhmad Yani. foto: syuhud/ bangsaonline.com)

Menurut Gus Yani, begitu akrab disapa, niatnya maju pada Pilbup Gresik kian mantap setelah mendapatkan restu keluarga, para ulama, kiai, tokoh dan komponen masyarakat lain yang mengalir deras.

Saat ini, dirinya intens membangun komunikasi politik dengan sejumlah parpol, baik yabg memiliki kursi di parlemen maupun nonparlemen. "Sudah komunikasi dengan sejumlah parpol. Sementara belum waktunya saya publikasikan," katanya.

Disinggung soal bacawabup, Gus Yani dengan tegas menyatakan sejauh ini belum memutuskan. Ia mengaku masih menunggu saran ulama, kiai, tokoh, dan masukan dari parpol yang akan mengusungnya.

"Sabar ya. Tunggu saja. Nanti ada kejutan," pungkas menantu Pengasuh Ponpes Bumi Solawat, Gus itu. (hud)