Mantan Wali Kota Probolinggo, Buchori (kaos hitam) saat membagikan tempe kepada warga. Sayang, kegiatan ini justru mengundang kerumunan di saat pemerintah sedang gencar mengampanyekan physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19.

(Giat bagi-bagi tempe yang dilakukan oleh Buchori. Sayang, kegiatan itu tak menerapkan protokol pencegahan Covid-19 sehingga tampak mengabaikan physical distancing dan mengundang kerumunan)
Sementara itu, melihat kedatangan Buchori, puluhan emak-emak langsung berebut berjabatan tangan. Mereka mengaku rindu terhadap Buchori yang pernah menjadi Wali Kota mereka. “Kerong (kangen, red) dengan Pak Buchori, Pak,” ujar salah seorang emak-emak, Ny. Susilowati.
Menurutnya, bagi-bagi tempe dan telur itu tak hanya kali ini saja dilakukan oleh seorang Buchori. Bahkan kegiatan itu sudah dirasakan oleh masyarakat miskin.
Hal senada juga dikatakan emak-emak lainnya, Ny. Siti. Dia mengaku, jika masyarakat tidak bisa melupakan kebaikan seperti sosok seorang Buchori. “Meskipun sudah tidak menjabat, tapi Pak Buchori masih ingat dengan wong cilik,” katanya singkat. (prb1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




