Alat berat diterjunkan untuk perbaikan irigasi yang rusak kena bencana banjir.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kegiatan normalisasi sungai oleh Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kab Pasuruan yang sempat terhenti karena memasuki libur lebaran, kembali dilanjutkan.
Program pengerukan walet dan sampah yang kerap menyumpat saluran irigasi tersebut dengan melakukan penyisiran di beberapa titik yang belum tersentuh kegiatan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Menurut Kepala Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Pasuruan Ir Misbah Zunib melalui Kabid OP Imam, kegiatan normalisasi saat ini diprioritaskan pada jaringan irigasi di wilayah/kecamatan yang belum pernah disentuh kegiatan.
"Untuk kegiatan dimulai pada pertengahan Januari 2020 silam. Sampai saat ini, kegiatan normalisasi sudah mencapai hampir 40 pesen dari total target 80 titik," jelas Misbah.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran air di beberapa saluran jaringan irigasi pertanian. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi genangan banjir saat musim hujan tiba yang biasanya menimpa desa-desa di wilayah Beji, Gempol, Rejoso, dan Kraton.
"Saat ini, kegiatan normalisasi masih berlangsung di Desa Jogorebo, Kecamatan Pasrepan menggunakan alat berat sepanjang 600 meter. Target normalisasi akan selesai selama 14 hari," pungkasnya. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




