Anik Maslachah, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua DPW PKB Jatim.
Alumni pasca sarjana Unair ini menegaskan, rapid test perlu dijalani santri sebelum kembali ke pondok. Hal itu untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19 di lingkungan pesantren atau mencegah munculnya klaster baru.
Anik melanjutkan, dengan adanya rapid test, maka santri yang terindikasi terpapar Covid-19 bisa langsung diisolasi untuk proses penyembuhan. Dengan begitu, juga tidak menulari santri yang lain.
"Saya meyakini pesantren adalah tempat yang paling aman dari penularan Covid-19. Sebab selama ini para santri hidup di dalam pondok, sehingga minim interaksi dengan dunia luar. Namun karena sudah dua bulan ini santri menjalani libur dan kembali ke daerah asal, maka saat kembali mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan, di antaranya rapid test," kata dia.
Terpisah, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi rapid test santri di wilayah mereka masing-masing. Baik Kabupaten Lumajang maupun Pamekasan sudah mempersiapkan hal itu.
"Iya siap, dan sudah disiapkan untuk rapid test santri sebelum kembali ke pondok," kata Thoriqul Haq diamini Baddrut Tamam. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




