Temukan Obat Covid-19, DPRD Jatim Apresiasi Peneliti Unair

Temukan Obat Covid-19, DPRD Jatim Apresiasi Peneliti Unair Lima kombinasi obat yang ditemukan Unari untuk penanganan pasien Covid-19.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPRD Jawa Timur mengapresiasi ditemukannya obat untuk penderita Covid-19 oleh peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Obat ini ditemukan berkat kolaborasi Unair, BNPB, dan BIN.

Anggota DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono yang memiliki pendidikan kedokteran menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dr. dr. Purwati, Sp.P.D., K-PTI FINA, Ketua Pusat Peneliti dan Pengembangan Stem Cell Unair, para dokter, perawat, dan para tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan di masa pandemi Covid-19.

“Kami berharap penemuan obat itu akan bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan pasien Covid-19,” kata Agung Mulyono, Rabu (17/6).

Menurut politikus asli Banyuwangi itu, upaya yang sudah dilakukan parlemen bersama eksekutif adalah mem-backup anggaran kebutuhan untuk penanganan Covid-19 di Jatim.

Termasuk sejumlah program dan upaya menurunkan jumlah penderita terpapar Covid-19. Apalagi saat ini DPRD Jawa Timur juga sedang membahas Rancangan Perda tentang Obat Tradisional.

“Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara. Unair sebagai lembaga pendidikan menunjukkan dedikasinya di dunia kesehatan,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Agung mengaku bangga dengan prestasi Dr. dr. Purwati yang bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Pihaknya berharap obat yang ditemukan tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi berkembang secara internasional.

“Saya bangga, jika ada 5 regimen obat seperti Dr. dr. Purwati nyatakan, maka Unair akan semakin maju luar biasa,” imbuh alumni FK Unair tersebut.

Sebelumnya, tim peneliti Universitas Airlangga Surabaya mengumumkan telah menemukan kombinasi obat untuk penanganan pasien Covid-19.

“Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin,” kata Rektor Unair, Mohammad Nasih.

Sementara itu, penemuan lima kombinasi itu merupakan komitmen Unair dalam mencari obat untuk mengobati Covid-19. Unair tak hanya fokus membuat obat baru, tetapi juga mencari solusi dari obat yang telah ada.

Ada lima kombinasi yang ditemukan dan sebagian besar obatnya aman dikonsumsi karena terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lima kombinasi regimen obat ini berasal dari obat-obatan yang sudah beredar di pasaran. (mdr/ian)