Sabtu, 10 April 2021 21:35

​Pemimpin Tak Boleh Marah Depan Publik, Inilah Solusi Hadits Peredam Marah dari Kiai Asep

Senin, 22 Juni 2020 15:10 WIB
Editor: MMA
​Pemimpin Tak Boleh Marah Depan Publik, Inilah Solusi Hadits Peredam Marah dari Kiai Asep
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag saat membacakan Kitab Muchtrarul Ahadits dalam acara istighatsah bersama siswa-siswi SMA Unggulan Amanatul Ummah kelas X dan XI di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Senin (22/6/2020). foto: MMA/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Orang paling kuat bukan karena tubuhnya kekar. Tapi karena bisa mengendalikan dan menguasai amarahnnya. “Karena itu seorang pemimpin harus memahami ini sehingga ia menjadi pemimpin yang kuat,” kata Prof Dr KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag saat membacakan Kitab Muchtrarul Ahadits dalam acara istighatsah bersama siswa-siswi SMA Unggulan Amanatul Ummah kelas X dan XI  di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Senin (22/6/2020).

Kiai Asep juga mengingatkan bahwa kita tak boleh marah sampai menjerit-jerit. Apalagi seorang pemimpin. “Ini semoga sampai kepada para pimpinan kita, termasuk walikota Surabaya,” kata pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu. Menurut Kiai Asep, kita juga tidak boleh marah-marah di depan publik. 

Kiai Asep lalu memberi cara efektif untuk meredam marah. “Kalau kita marah ketika berdiri, maka kita harus duduk,” kata Kiai Asep menyitir sebuah Hadits. “Kalau duduk masih tetap marah, harus segera ambil air wudlu. Lalu salat dua rakaat,” tambahnya.

Diwawancarai BANGSAONLINE.com usai acara, Kiai Asep menegaskan, jika dalam posisi duduk masih tetap marah, maka harus tidur. Bahkan kalau perlu kita mandi. “Marah itu karena setan. Setan itu terbuat dari api. Karena itu harus dilawan dengan air,” katanya.

BACA JUGA : 

Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Kiai Asep Bakal Dirikan Universitas Bertaraf Internasional

Kiai Asep Paparkan Empat Faktor Kunci Akses Menjadi Sukses

Inilah Kisah Pasien Covid-19 Pertama di Indonesia yang Diisukan Penari Telanjang

Begini Tanggapan Pakar Farmasi Soal Penolakan Kiai Asep Terhadap Vaksin AstraZeneca

Diwawancarai BANGSAONLINE.com usai acara, Kiai Asep menegaskan, jika dalam posisi duduk masih tetap marah, maka harus tidur. Bahkan kalau perlu kita mandi. “Marah itu karena setan. Setan itu terbuat dari api. Karena itu harus dilawan dengan air,” katanya.

Menurut Kiai Asep, pribadi manusia terdiri dari tiga tipe. Pertama, manusia yang lamban marah dan cepat rela. Artinya, ia tak gampang marah, tapi kalau marah cepat selesai atau mudah memaafkan. “Ini pribadi yang bagus. Pemimpin harus punya pribadi seperti ini,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Kedua, cepat marah dan cepat rela. Jadi, ia sering dan gampang marah tapi ia cepat selesai dan memaafkan.

Ketiga, pribadi yang cepat marah dan lamban rela. Yaitu gampang marah dan tak gampang memaafkan alias pendendam. “Ini pribadi yang paling jelek,” tegasnya.

Nah, dari tiga tipe pribadi itu, Kiai Asep berharap para pemimpin bisa berkaca diri dan introspeksi. “Itu Hadits Nabi,” tegasnya. Dari Hadits itu, tutur Kiai Asep, lalu dirumuskan jadi fiqhul ghadab (fiqh yang membahas tentang marah).

Sementara istighatsah siswa-siswi kelas X dan kelas XI SMA Unggulan Amanatul Ummah di ruang terbuka itu berlangsung khidmat. Acara ini digelar selain ikhtiar untuk menghindarkan diri dari virus corona juga mendoakan agar covid-19 segera lenyap dari Indonesia, terutama Jawa Timur.

Kiai Asep minta agar para siswa-siswi selalu disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan covid-19 secara ketat. “Ahad depan pengambilan raport. Yang mengambil anak-anak bersama orang tuanya,” kata Kiai Asep.

Menurut dia, pada Ahad itu sekalian istighatsah dan doa bersama agar terhindar dari covid-19. Selain itu, menurut Kiai Asep, sekaligus berdoa agar virus corona segera lenyap dari Indonesia, terutama Jawa Timur.

Kiai Asep mempermudah pengambilan raport. “Yang belum bayar pun tetap bisa ambil raport. Tapi harus menemui saya. Saya akan selalu ada di kantor,” kata Kiai Asep. Kiai Asep sengaja mempermudah semua urusan sekolah untuk menjaga psikologi siswa agar taksedih, panik dan kalut. Sebab, menurut Kiai Asep, jika siswa sedih, akan menurunkan imunitas.

Jumlah siswa SMA Unggulan Amanatul Ummah di Surabaya sebanyak 1.075 anak. Sedang SMP Unggulan Amanatul Ummah di Surabaya sebanyak 1.200 anak.

Sementara jumlah santri Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto sekitar 8.000 orang. Jadi total santri Pondok Pesantren Amantul Ummah di Surabaya dan Pacet Mojokerto mencapai 10.275 orang. (MMA)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...