Rapid Test Gratis Ditunda, DPRD Banyuwangi akan Surati Gubernur Bali dan Jatim

Rapid Test Gratis Ditunda, DPRD Banyuwangi akan Surati Gubernur Bali dan Jatim Kendaraan pendemo saat di depan Kantor Bupati Banyuwangi.

BANYUWAANGI, BANGSAONLINE.com - Solidaritas Pengemudi Indonesia (SPI) kembali mendatangi Gedung DPRD Banyuwangi untuk meminta kepastian jawaban terkait rapid test gratis bagi para pengemudi truk, travel, dan pikap yang mengangkut logistik kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan ini, Koordinator SPI bersama sopir angkutan logistik ditemui langsung oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara dan Ketua Fraksi PKB, Mafrochatin Ni'mah di Gedung DPRD Banyuwangi.

Saat hearing berjalan, Ketua DPRD Banyuwangi menegaskan, dirinya sudah menghubungi Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Ia Made mengatakan, bahwa Asisten Administrasi memberikan jawaban jika pelaksanaan rapid test gratis untuk sopir khusus domisili Banyuwangi akan dilaksanakan pada hari Selasa minggu depan.

"Mulai besok, eksekutif akan melaksanakan teknis persiapan pelaksanaan rapid test gratis untuk sopir yang domisili Banyuwangi. Selain itu, untuk sopir yang domisilinya luar Banyuwangi, rapid test-nya dibantu oleh Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Ketapang sebanyak 1.700 secara gratis," ujar I Made, Selasa (30/6/2020).

Terkait keluhan para sopir angkutan tentang kebijakan Gubernur Bali yang mewajibkan pengemudi angkutan untuk memakai rapid test, I Made mengatakan pihaknya akan menyurati Gubernur Bali juga Gubernur Jawa Timur, agar bisa koordinasi untuk menyelesaikan hal tersebut. Harapannya, ada kompromi terkait rapid test yang diberlakukan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

"Jangan khawatir, kami akan memperjuangkan hak-hak rakyat," terangnya.

Sementara itu, Apri Tias Dewanto, Koordinator SPI mengapresiasi DPRD Banyuwangi yang telah memperjuangkan hak-hak para sopir. Pihaknya menyatakan akan menunggu keputusan pemerintah yang memberikan jangka waktu sampai Selasa minggu depan tentang pelaksanaan rapid test gratis untuk para sopir yang domisili Banyuwangi.

"Apabila keputusan minggu depan meleset, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi dan mogok untuk mengirim logistik ke Provinsi Bali. Mulai hari ini sampai minggu depan, kami sepakat untuk melakukan rapid test secara mandiri," tukasnya. (gda/zar)