MENCOBA: Bambang Haryo Soekartono (BHS) menendang bola di sela dialog bersama pengelola klub dan SSB, di lapangan Sepande, Minggu (12/7). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
"Semoga masyarakat bisa mengingat lagi dan menjadi kebanggaan dan semangat memajukan sepakbola Sidoarjo," harap BHS.

Selain berdialog soal persepakbolaan di Sidoarjo, BHS juga memberikan motivasi pada para pemain klub Tunas Jaya Sepande. BHS juga memberikan bantuan bola dan uang pembinaan Rp 10 juta kepada klub tersebut.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bambang. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk mencetak bibit unggul sepakbola," ungkap Sukari, pengelola Klub Tunas Jaya Sepande.
Tokoh sepakbola di Sidoarjo yang juga mantan pemain timnas, Riono Asnan mengatakan, persepakbolaan suatu daerah, termasuk di Sidoarjo, kalau pemimpin daerahnya gila bola, pasti akan maju.
"Dan saya yakin, tahun depan persepakbolaan di Sidoarjo ini, bakal maju, kalau pak Bambang (BHS) ini tampil sebagai bupati," bebernya saat menghadiri dialog persepakbolaan, di lapangan Sepande, Candi.
Uston Nawawi, juga mantan pemain timnas, menambahkan, ini baru pertama kali, ada calon bupati yang mengajak insan bola, baik pelatih maupun pengurus klub dan SSB, untuk berdiskusi memajukan sepakbola di Sidoarjo.
"Karena apa? Kita tahu, sepakbola Sidoarjo dulunya cukup disegani dan bagus. Tapi sekarang seperti mati suri. Bukannya tidak bisa (maju lagi), tapi paling nggak, pemimpinnya gila bola," ungkap Uston.
Hal itu, kata Uston, untuk mengurus sepakbola di Indonesia itu, harus ada sinergi antara pemerintah dan klub. Kata Uston, dengan sepakbola, suatu daerah bakal dikenal. "Dulu siapa yang kenal Wamena. Namun dengan adanya Persiwa orang akhirnya tahu (Wamena)," tegas Uston Nawawi. (sta/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




