Rabu, 12 Agustus 2020 18:54

Toko Modern Kian Berceceran di Sumenep, Kepala DPMPTSP: Asal Sesuai Perbup dan Perda, Tidak Masalah

Senin, 13 Juli 2020 19:07 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Alan Sahlan
Toko Modern Kian Berceceran di Sumenep, Kepala DPMPTSP: Asal Sesuai Perbup dan Perda, Tidak Masalah
Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Kukuh Agus Susanto.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Toko modern seperti minimarket, dapat dikatakan sebagai 'pembunuh' toko-toko kecil atau toko tradisional milik warga. "Sebab, dalam menyediakan kebutuhan, toko modern cenderung lebih lengkap dan memadai daripada toko tradisional," ujar Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Kukuh Agus Susanto, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, di samping menyediakan barang yang lengkap dan serba ada, toko modern juga didukung oleh tempat yang bersih, serta kualitas barang dan pelayanan yang bagus. "Sedangkan toko usaha milik warga, rata-rata bentuk fisik maupun pelayanannya biasa saja dan ala kadarnya," ucapnya.

Pihaknya tidak dapat menampik jika keberadaan toko modern di Sumenep sedikit banyak mengurangi pendapatan sebagian usaha masyarakat.

"Namun yang pasti, pembangunan serta perizinannya sudah mengacu pada peraturan daerah (Perda), dan juga mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) yang mana ada batas dan jarak maksimal dari pasar tradisional," bebernya.

Setiap tahunnya, kata Kukuh, selalu ada penambahan jumlah dan hingga kini keberadaan toko modern di Kota Sumenep, dapat dikatakan cukup banyak, yakni sedikitnya ada 38 unit yang tersebar di berbagai kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

"Sudah mencakup semuanya, baik Alfamart, Indomaret, maupun Basmalah, dan toko modern lainnya," ungkapnya.

Dia menerangkan, sebagian toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional, seperti yang ada di Kecamatan Lenteng misalnya, pada saat pembangunan dan penentuan tempat belum ada Perda dan Perbup yang mengatur, sehingga pembangunan dan penentuan tempatnya saat itu tidak diatur.

"Jadi itu tidak melanggar, karena Perbup dan Perda yang mengatur jarak itu dibuat kalau tidak salah pada tahun 2017, kalau sekarang jelas tidak boleh, minimal harus berjarak 500 meter dari pasar tradisional," katanya.

Kendati sudah banyak, imbuhnya, potensi bertambahnya jumlah toko modern tetap tidak bisa dibendung, hal itu didorong oleh faktor kemajuan zaman.

"Kami tidak bisa menolak investasi, selama segala perizinannya dipenuhi dan sesuai dengan ketentuan Perda dan Perbup, tetap kami layani," pungkasnya. (aln/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...