
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menjalani kehidupan di balik jeruji besi tak menyurutkan niat sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tuban untuk selalu produktif dan terus berkarya.
Salah satunya dengan memproduksi tusuk sate dan kue donat di lingkungan lapas. Para WBP tidak patah semangat dalam memproduksi tusuk sate, meski masa pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini.
Hal itu dilakukan guna menangkap peluang menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah yang tinggal menghitung hari. Mengingat ketersediaan tusuk sate pada saat hari raya kurban sangat dibutuhkan warga.
"Selain menjadi bekal bagi para WBP saat bebas nanti, produksi tusuk sate ini juga memiliki nilai tambah ekonomi. Apalagi mendekati Hari Raya Kurban pasti banyak yang membutuhkan," ujar Kalapas Kelas IIB Tuban, Siswarno, Kamis (23/7).
Pria asli kelahiran Tuban ini menambahkan, kegiatan pembuatan tusuk sate tersebut dilakukan di salah satu ruangan pelatihan lapas dengan melibatkan sekitar 10 WBP.
Walaupun masih tergolong aktivitas baru, namun tiga batang bambu telah dihabiskan untuk dijadikan tusuk sate. Sedangkan untuk harga seikat tusuk sate dijual sesuai harga di pasaran. "Jika nantinya permintaan pasar banyak, tusuk sate akan diproduksi terus untuk memenuhi pasaran," imbuhnya.
Seakan tak mau kalah dengan napi pria, para WBP wanita juga getol mengaduk-aduk adonan untuk dijadikan olahan kue donat. Kegiatan tersebut sudah berjalan selama 4 bulan. Dan setiap harinya WBP mampu memproduksi kue donat hingga 2 kg. Kue donat dengan berbagai macam rasa itu dijual seharga Rp 2.000 per biji.
Bahkan, para WBP tersebut telah memperoleh sertifikat. Keahlian membuat kue tersebut menjadi bekal WBP untuk bisa berwiraswasta ataupun bekerja di bidang tataboga saat sudah bebas dari lapas.
"Nanti, setelah keluar bisa diaplikasikan apa yang didapat di sini. Mereka bisa wiraswasta atau siap dipekerjakan. Ini juga ada sertifikatnya," imbuhnya.
Hasil produksi kue donat tersebut sementara ini diperjualbelikan di dalam lingkungan lapas, karena masih terkendala pandemi. "Pemasaran sementara ini di dalam Lapas sendiri. Belum di luar karena terkait pandemi," pungkasnya. (gun/ian)