Sabtu, 31 Oktober 2020 16:46

Akhirnya, Warga Sisir Setuju Pembangunan Museum HAM Dilanjutkan

Senin, 17 Agustus 2020 23:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Agus Salimullah
Akhirnya, Warga Sisir Setuju Pembangunan Museum HAM Dilanjutkan
Alat berat menguruk lahan yang akan dibangun Museum HAM.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Ancaman Warga RW 06 Kelurahan Sisir menghentikan pembangunan Museum HAM Munir gara-gara tidak ada kompensasi atas tanah eks bengkok Sisir bagi warga, akhirnya menemui titik terang. Pemkot Batu melalui Wali Kota Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si telah menyetujui penggunaan tanah patok pasar sapi dan lahan RPH untuk kepentingan warga.

"Itu sebenarnya bukan kompensasi dari pemerintah, melainkan berkat usaha dan perjuangan kami tanpa henti yang selama ini kami usulkan melalui musrenbang," ujar Ocop Kiyep, salah seorang tokoh warga RW 06 Kelurahan Sisir kepada BANGSAONLINE.com, Senin (17/8).

Ia mengungkapkan, sebenarnya sudah puluhan tahun warga mengajukan kepada pemerintah daerah atas penggunaan lahan tersebut, namun tidak pernah direspons. Baru ditindaklanjuti secara serius tahun ini.

"Terus terang, semua yang kami perjuangkan ini adalah untuk kepentingan warga Sisir. Baik untuk makam umum Sisir, tanah patok/pasar sapi untuk sarana olahraga, dan lahan RPH untuk gedung serbaguna warga RW 06," terangnya.

"Tahun ini hal itu sudah masuk perencanaan, dan tahun 2021 sudah bisa direalisasi. Diharapkan warga RW 06 bisa mengawal hal ini agar bisa terwujud dan pemerintah tidak ingkar janji dan cepat terealisasi," katanya.

Ditambahkan Ocop, warga sebenarnya tidak apatis dengan program pembangunan. Hanya saja, menurutnya pemerintah dan pelaksana yang tidak punya etika yang baik.

"Misalnya tidak pernah sosialisasi. Beritahulah masyarakat, baik RT dan RW setempat yang jelas-jelas kena dampak. Jangan tiba-tiba main bangun saja. Itu sering terjadi di wilayah kami. Sedangkan usulan warga yang jelas-jelas untuk keperluan warga melalui musrenbang diabaikan terus," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sudah tidak ada lagi baliho penolakan warga terhadap pembangunan Museum Munir.

Tampak di lokasi proyek ada pengerjaan pengurukan tanah. Proyek ini sendiri di bawah kendali Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Bara Furot Nagata dengan masa kontrak 180 hari, mulai 26 Juni 2020 hingga 23 Desember 2020. Nilai kontraknya mencapai Rp 8.283.000.467.37. Sedangkan konsultan pengawasnya yakni PT Prospect Enginering Consultant. (asa/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Sabtu, 31 Oktober 2020 10:28 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...