Para Pemuda Rajun begerak membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai di wilayahnya.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Sebuah aliran sungai di Dusun Pakes Desa Rajun Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menjadi tempat pembuangan sampah. Sampah yang dibuang kebanyakan popok bayi bekas pakai, pembalut. dan sampah-sampah berat lainnya. Akibatnya, aliran sungai tersumbat.
Hal ini membuat Pemuda Desa Rajun yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Rajun (FKPR) tergugah dan berinisiatif membersihkan aliran sungai tersebut secara bergotong-royong.
BACA JUGA:
- Madura Ethnic Carnival 2025 Siap Digelar, Peserta Tembus 90 Orang dari Seluruh Jawa Timur
- Pesta Miras Oplosan di Sumenep Renggut 3 Nyawa Sekaligus, 1 Remaja dan 2 Anak Masih dalam Perawatan
- SPAM di Desa Talango Tak Beroperasi dan Tempati Lahan Warga, Warga Somasi DPRKP Cipta Karya
- Sambut HSN 2021, MWC NU Ganding Gelar Lomba Mewarnai
Sebelumnya, foto kondisi aliran sungai itu sudah viral di media sosial grup Facebook Desa Rajun Pasongsongan Sumenep. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari masyarakat maupun pemerintah desa setempat.
Hingga akhirnya pada Rabu (30/09/20) kemarin, pemuda Desa Rajun turun langsung membersihkan sampah-sampah yang menumpuk dan menyumbat aliran sungai.
Moh. Mizan Asrori, salah satu anggota FKPR sangat menyayangkan perilaku masyarakat yang masih tidak sadar pentingnya kelestarian lingkungan sungai. Terlebih di hilir sungai tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, maupun memberikan minum hewan ternaknya.
Sementara Ketua FKPR, Fadlur Rozi mengaku sangat bangga dengan kekompakan para pemuda Rajun yang bersedia membersihkan aliran sungai dari berbagai sampah.
"Alhamdulillah teman-teman kompak dan membuktikan bahwa pemuda tidak hanya bisa membangun wacana, tapi juga siap aksi nyata dan turun ke lapangan. Langkah penting selanjutnya dari FKPR adalah akan memasang papan larangan membuang sampah ke sungai," tandasnya, Kamis (01/10/20).
Pihaknya bersama pemuda lainnya juga akan menginformasikan kondisi sungai tersebut ke dinas terkait. Harapannya, pihak yang berwenang segera turun tangan mencari solusi agar aliran sungai tersebut menjadi lancar dan bersih.
“Mudah mudahan para pemegang kebijakan juga turut mencarikan solusinya. Sebab sungai itu juga untuk kepentingan masyakat terdekat,” harapnya. (aln/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




