Selasa, 01 Desember 2020 05:28

Reses, H. Syafiuddin Dialog dengan Tokoh NU dan Kades se-Klampis

Minggu, 18 Oktober 2020 17:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Subaidah
Reses, H. Syafiuddin Dialog dengan Tokoh NU dan Kades se-Klampis
Syafiuddin saat mengisi seminar dan diskusi panel PAC GP Ansor, Kecamatan Klampis Bangkalan, Ahad, (18/10/2020).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI Syafiuddin Asmoro mengajak PAC GP Ansor menjadi benteng dan pioner penggerak dalam mengawal pembangunan di Madura berbasis budaya santri. Hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur, sekaligus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Madura.

Menurut Syafiuddin, masyarakat Madura memiliki nilai religi, budaya, dan etos kerja yang kuat. Terlebih Kabupaten Bangkalan berada pada posisi yang strategis sebagai wilayah penyangga metropolitan Surabaya.

"Pembangunan dan peningkatan SDM di Madura dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan budaya dan tradisi yang ada seperti halnya budaya santri. Itu harus dipertahankan," ungkapnya saat mengisi seminar dan diskusi panel yang digelar PAC GP Ansor, Kecamatan Klampis Bangkalan, Ahad, (18/10/2020).

Namun sayangnya, hingga kini Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, masih tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM, serta ekonomi. Hal ini terlihat dari IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kabupaten Bangkalan yang berada di urutan ketiga se-Madura, yakni sebesar 63,79 persen.

"Sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan. Apalagi, wilayah kita sangat strategis. Ada jembatan Suramadu, BPWS, Universitas Trunojoyo Madura, serta Perpres No. 80 tahun 2019 yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal," ungkapnya.

Oleh sebab itu, sebagai anggota DPR RI yang memiliki hak aspirasi, pengawasan, dan budgetting, Syafiuddin mengajak masyarakat bersatu padu dan gotong royong untuk pembangunan di Madura menjadi lebih baik.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga diperlukan karena memiliki pengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, serta kesenjangan sosial, dan masyarakat.

Ia menyarankan agar fungsi pesantren dalam memperkuat sistem pendidikan, sistem dakwah, dan sistem pemberdayaan masyarakat dimaksimalkan guna peningkatan SDM sesuai dengan adat dan budaya tradisi santri.

"Saat ini sudah banyak pesantren yang mulai membuka diri terhadap sistem pendidikan. Tidak hanya terfokus pada pendidikan agama saja, namun diakomodir dengan memberikan pelatihan untuk membekali santri agar lebih sempurna," terangnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya berharap masyarakat dapat menjalin hubungan yang dengan stakeholder. Serta mengajak PAC GP Ansor untuk menjadi benteng dan pioner penggerak dalam mengawal pembangunan.

"Saya meminta secara khusus kepada anggota PAC GP Ansor menjadi benteng dan pioner penggerak dalam mengawal pembangunan, peningkatan SDM dengan tetap menjaga budaya dan tradisi santri sebagai bakti pada negeri," pungkasnya. (ida/uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...