Kapolres Lamongan, AKBP Harun.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelaksanaan Pilkada Lamongan, Polres Lamongan menerjunkan tim khusus untuk menumpas para bebotoh atau penjudi Pilkada. Hal itu diungkapkan Kapolres Lamongan, AKBP Harun saat mendampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar usai melakukan konsolidasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan di RM Aqila, Minggu (24/10)
Menurut kapolres, tim khusus ini dimaksudkan untuk melindungi pesta demokrasi rakyat di Lamongan agar berjalan aman dan lancar bebas dari permainan para botoh atau penjudi.
BACA JUGA:
- Pelajar SMP di Lamongan Tewas Usai Motor Terlibat Tabrakan dengan Truk Colt Diesel
- Pasutri Pengantin Baru Tertabrak Pikap di Lamongan, Suami Tewas di TKP
- Polres Lamongan Ungkap 29 Kasus Narkoba, Obat Terlarang Rp430 Juta Disita
- Mobil Panther Hilang Kendali di Lamongan, Tabrak Lapak Sayur dan Enam Warga
"Saya akan menurunkan tim satgas khusus untuk menjaga kerawanan selama pelaksanaan Pilkada terkait dengan botoh yang dinilai meresahkan masyarakat," ujar Kapolres.
Menurut dia, aksi yang dilakukan para botoh dikhawatirkan akan merusak pilihan dengan mempengaruhi pemilih pada Pilkada Lamongan yang akan digelar 9 Desember mendatang.
"Tim ini akan kami turunkan di masa tenang dan melihat peta kerawanan khusus terkait adanya penjudi Pilkada," kata dia.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman selama Pilkada Lamongan, Harun menegatakan tim khusus tersebut akan disebar secara menyeluruh di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan.
"Kami sudah memetakan beberapa titik kerawanan yang perlu kita waspadai," terangnya.
Seperti diketahui Pilkada Lamongan 2020 akan diikuti tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lamongan, yakni Suhandoyo-Astiti Suwarni (Hati), Yuhronur Efendi-KH. Abdul Rouf (Yesbro) dan Kartika Hidayati-Saim (Karsa). (qom/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




