Senin, 19 April 2021 16:52

Pengerjaan SPAM Offtake Rembang Dinilai Tak Profesional, LSM Geruduk Direksi Kit PT. Duta Komunikasi

Selasa, 10 November 2020 19:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Pengerjaan SPAM Offtake Rembang Dinilai Tak Profesional, LSM Geruduk Direksi Kit PT. Duta Komunikasi
Para aktivis LSM saat mendatangi Direksi Kit PT. Duta Komunikasi di Kecamatan Rembang.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 10 Ketua LSM di Pasuruan mendatangi Direksi Kit PT. Duta Komunikasi, pelaksana proyek SPAM Offtake Rembang untuk mempertanyakan lambatnya progres pengerjaan. Sampai saat ini, progres pengerjaan baru mencapai sekira 30-35%. Padahal seharusnya sudah mencapai sekira 60-70%.

Demikian disampaikan Totok A. Rahman, Ketua LSM Pasdewa. Ia menuding lambatnya pengerjaan SPAM Offtake Rembang karena pelaksana tidak profesional. "Tenaga ahli PT. Duta Komunikasi kurang menguasai bidang pekerjaan," cetusnya.

Totok juga menyoroti keluhan warga sekitar proyek, karena tanah kerukan untuk penanaman pipa dibiarkan berserakan. Ia mempertanyakan kompensasi terhadap warga yang terdampak tanah kerukan tersebut.

"Usai tanam pipa, pihak pelaksana harusnya melakukan pemadatan," kata Totok.

BACA JUGA : 

Munandar Akui Ada Fee 8% dari Proyek TPA Wonokerto

Diduga Ada Potongan 40% Pada 14 Paket Pokmas di Kota Pasuruan, Ini Tanggapan Kasi Intel Kejari

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

Munandar: Tak Ada Fee 8%, Itu Murni Persoalan Internal KSO Proyek TPA

Tidak hanya itu, lanjut Totok, beberapa saluran irigasi juga rusak terdampak galian pipa. Akibatnya, terjadi genangan banjir di sejumlah titik.

"Metode pelaksanaan pekerjaan diharapkan representatif dengan apa yang terjadi di lapangan. Faktor safety lebih diutamakan, terutama sisa galian yang di pinggir jalan harus diperhatikan sesuai dokumen RKK yang telah disepakati," kritik Totok.

Terkait hal ini, Tenaga Ahli PT Duta Komunikasi, Ismarwanto, menjelaskan bahwa sistem penanaman pipa pada proyek SPAM Offtake Rembang memang tidak ada perlakuan khusus. Namun, ia memastikan akan dilakukan pemadatan terhadap bekas urukan setelah penanaman pipa.

"Akan ada timbunan sirtu dengan ketebalan 20 cm. Masalah kompensasi warga yang terdampak, pihak pelaksana memang tidak menganggarkan itu. Malahan kita di suruh tanya pihak dinas terkait, yaitu PPKom Perkim, Pak Ikhwan," katanya. (par/rev)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...