Sabtu, 06 Maret 2021 20:18

Menolak Jadi Mustasyar, Kiai Nashihin Hasan: KKNU itu Menyadarkan, Bukan Menandingi

Rabu, 25 November 2020 21:59 WIB
Editor: MMA
Menolak Jadi Mustasyar, Kiai Nashihin Hasan: KKNU itu Menyadarkan, Bukan Menandingi
KH Nashihin Hasan. foto: tebuireng.online

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ternyata bukan hanya KH Fahmi Amrullah (Gus Fahmi) dan KH Azaim Ibrahimi yang kecewa terhadap manuver KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab yang mengklaim Komite Khittah Nahdlatul Ulama 1926 (KKNU-26) telah menjadi lembaga formal, berbadan hukum setara dengan PBNU, dan mendukung Habib Rizieq Shihab. Tapi juga KH Nashihin Hasan yang dalam susunan kepengurusan KKNU-26 tercatat sebagai Mustasyar.

Orang dekat KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dalam pernyataan terbukanya yang diberi judul TABAYUN, nengaku tak tahu dengan dengan manuver Gus Aam. 

Bahkan Kiai Nashihin Hasan mengaku tak bersedia duduk sebagai pengurus. “Saya tidak bersedia untuk dicantumkan sebagai Mustasyar,” kata Kiai Nashihin Hasan, Rabu (25/11/2020).

Inilah pernyataan lengkap Kiai Nashihin Hasan:

1. Bahwa, pembentukan KKNU adalah untuk pelurusan dan penegukan Khittoh 26 sebagai kode etik dan landasan berfikir, berperilaku dan berbuat bagi.jama'ah dan jam'iyah NU.

2. Bahwa, keberadaan KKNU merupakan komite (kepanitiaan) bersifat temporer untuk mengingatkan dan menyadarkan bukan untuk "menandingi"

3. Bahwa, setelah dengan seksama membaca selebaran Berita Acara Penyusunan Pengurus Besar Komite Khittoh Nahdlatul Ulama 1926, di group WA Komite Khittoh tgl 25 Nov 2020, maka dengan tetap berserah diri kepada Allsh SWT, bersama ini saya menyatakan:

a) Tidak tahu-menahu atas adanya entitas formal dan struktural KKNU yang berbadan hukum.

b) Saya tidak bersedia untuk dicantumkan sebaga Mustasyar

c) Demi kelangsungan spirit dan ijtihad untuk pelurusan dan peneguhan Khittoh 26 untuk kembalinya NU ke relnya, maka saya akan menyumbangkan fikiran sesuai kemampuan dalam forum informal non-struktural.

Demikian, wallahul muwaffiq wal musta'an ila aqwamit thoriq, wal'afwu minkum

Alfaqir Nashihin Hasan

Seperti diberitakan bangsaonline.com, manuver Gus Aam Wahib Wahab membawa Komite Khittah Nahdlatul Ulama 1926 (KKNU26) mendukung Habib Rizieq Shihab menuai kontroversi. Apalagi Gus Aam – panggilan cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Hasbullah – itu mengklaim bahwa KKNU26 sudah menjadi lembaga formal, berbadan hukum, dan setara dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

KH Fahmi Amrullah (Gus Fahmi), cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, menilai bahwa manuver Gus Aam itu sudah tak sesuai dengan garis KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ketika mendirikan KKNU26. Karena itu, Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur itu secara terbuka menyatakan tak bisa aktif di KKNU26, jika arahnya tak sesuai dengan garis Gus Sholah.

Kepada bangsaonline.com, Gus Fahmi juga mengaku bertemu KH Azaim Ibrahimi, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. “Tadi malam juga sempat silaturahmi ke Kiai Azaim. Kami sempat membahas KKNU. Intinya nama kami dicatut tanpa izin. Tentu kami kecewa. Maka kami abaikan saja,” tutur Gus Fahmi, Rabu (25/11/2020).

Kiai Azaim juga mengaku menolak dimasukkan di KKNU versi Gus Aam. “Saya sudah menolak dengan baik dan tidak mengisi formulir yang mereka ajukan,” kata Kiai Azaim.

KKNU26 semula didirikan Gus Sholah dan para kiai pada 2018. Gus Sholah mendirikan KKNU26 sebagai gerakan moral karena cucu pendiri NU Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu menilai PBNU sering terjebak pada politik praktis dan money politics. Karena itu Gus Sholah - baik lewat KKNU26 maupun secara personal - sering melancarkan kritik dan kontrol terhadap PBNU terutama lewat media massa, baik pernyataan maupun tulisan. (MMA)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...