Selasa, 09 Maret 2021 05:21

Antisipasi​ Gejolak di Masyarakat, Penanganan Limbah di Sungai Selorawan Dilakukan Bertahap

Selasa, 01 Desember 2020 17:52 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
Antisipasi​ Gejolak di Masyarakat, Penanganan Limbah di Sungai Selorawan Dilakukan Bertahap
Pipa yang akan dipergunakan untuk penanganan limbah di Sungai Selorawan. (foto: ist)

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemasangan pipa transmisi limbah 5 perusahaan di Sungai Selorawan yang dibangun secara patungan oleh perusahaan di wilayah Desa Wonokoyo dan Desa Gununggangsir Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian serius DLH setempat. Pasalnya, proyek tersebut masih menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Kepala Dinas DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelaskan, untuk menangani masalah limbah yang dibuang ke Sungai Selorawan, harus dilakukan secara hati-hati dan penuh perencanaan matang agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Pasalnya, kasus ini sudah cukup lama dan belum ada penyelesaian yang konkret," kata Heru Ferianto, Selasa (1/12/2020).

Ia menambahkan, untuk tahap awal ini pihak DLH bersama dengan 5 perusahaan melakukan pemasangan pipa yang tersambung dari outlet masing-masing perusahaan. Kegiatan pembangunan pipa transmisi 12 dim ini anggarannya bukan dari Pemkab Pasuruan, akan tetapi dari patungan perusahaan.

"Dan saat ini masih dalam proses pemasangan pipa di wilayah Wonokoyo," ujarnya.

Ia menerangkan, bila proyek ini sudah rampung, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan DLH adalah menyelesaikan masalah yang ada di Desa Cangkringmalang, Desa Kedungringin, dan Desa Kedungboto yang sering terdampak bau limbah. Apalagi, di tiga desa tersebut banyak rumah penduduk berdekatan langsung dengan Sungai Wrati.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Gununggangsir Nanang mengatakan bahwa pemasangan pipa transmisi limbah 5 perusahaan di Sungai Selorawan sudah ada sosialisasi dari pihak DLH bersama 5 perusahaan.

"Pada intinya warga di sini mendukung program pembangunan tersebut yang bertujuan untuk mengatasi bau busuk yang sudah bertahun-tahun tidak ada penyelesaian," ujarnya.

"Masyarakat sudah bisa menerima pemasangan pipa tersebut. Saat ini proses pemasangan berada di Desa Wonokoyo, untuk di Desa Gununggangsir mungkin dalam waktu dekat karena pipanya sudah ada di kantor desa," pungkasnya. (bib/par/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 08 Maret 2021 05:25 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Politik dan bisnis sama kejam. Itulah persepsi yang berkembang. Tapi Elon Musk – pemilik Tesla - orang terkaya nomor 1 di dunia - dan Jim Farley – pemilik Ford – tak saling kudeta. Justru saling respek.Padahal mer...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...