Minggu, 09 Mei 2021 20:44

​Penyebutan Neo Khawarij Pecah Belah NU, Kembali ke Khittah 26 Keputusan Muktamar ke-27

Jumat, 04 Desember 2020 19:37 WIB
Editor: Tim
​Penyebutan Neo Khawarij Pecah Belah NU, Kembali ke Khittah 26 Keputusan Muktamar ke-27
Dr KH Husnul Khuluq. foto: bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Penyebutan Neo Khawarij NU terhadap kader NU kritis terhadap PBNU yang dilakukan KH Imam Jazuli sangat disayangkan oleh Dr. KH. Husnul Khuluq, mantan ketua PCNU Gresik Jawa Timur. Menurut Kiai Husnul Khuluq, sikap Kiai Imam Jazuli itu sangat tidak etis. Sebab tidak hanya menimbulkan asumsi bahwa ada kader NU yang menyimpang, tapi juga memecah belah NU.

“Penyebutan Neo Khowarij atau Khowarij gaya baru akan membangun pemikiran bahwa ada yang keluar dari garis perjuangan NU. Padahal semua itu tidak ada. Buktinya, semua warga NU tetap berakidah, berfiqih, dan bertasawwuf yang sama. Munculnya istilah itu justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan di internal NU,” kata Kiai Husnul Khuluq dalam keterangan tertulis yang direrima BANGSAONLINE.com, Jumat (4/12/2020).

Menurut dia, harus dibedakan antara gerakan moral kultural dan struktural. Gerakan moral – kata Kiai Husnul Khuluq, harus tetap dilakukan untuk menjaga agar perjuangan NU tetap berada dalam khittahnya.

“Saya sendiri sangat tidak setuju dengan gerakan (KKNU) struktural. Al-Maghfur lahu Abah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dengan tegas mengatakan perjuangan ini adalah perjuangan moral untuk mengawal jalannya NU dan ini menjadi tugas kita bersama,” kata Kiai Husnul Khuluq yang mantan Sekda Gresik.

BACA JUGA : 

Kutuk Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, NU Jatim Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah

Kiai Agus Sunyoto, Ensiklopedia Berjalan itu Tutup Usia

​Ketua Lesbumi NU KH Agus Sunyoto Dimakamkan di Kediri

​Gus AMI Masih Dibutuhkan PKB, Tak Ada Rencana Jadi Ketua Umum PBNU

Mantan ketua PCNU Gresik tiga periode itu menyayangkan tulisan Kiai Imam Jazuli yang terkesan asal-asalan semata untuk menyerang kelompok yang tak sejalan. Ia mencontohkan, dalam tulisan Kiai Imam Jazuli yang berjudul “Fenomena Neo Khowarij NU dan Khittoh 1926” itu disebutkan "...Dalam hemat penulis, gagasan kembali ke Khittah 1926 dari lingkungan internal...".

“Saya tidak tahu apa ini kesalahan tulis atau gimana. Padahal Kembali ke Khittah NU 1926 ini keputusan Muktamar ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Dalam Khittah sudah ditegaskan bagaimana berpikir, bersikap, dan bertindak bagi warga NU. Kita semua Insyaallah paham,” tegasnya.

Ia juga mempersoalkan tulisan Kiai Imam Jazuli yang menyebut: "..Jarak pemisah antara sosial dan politik hanyalah jarak imajiner, konseptual dan teoritis..".

Menurut Kiai Husnul Khuluq, memang benar bahwa politik tidak bisa dipisahkan dari NU, tetapi politik kebangsaan bukan politik praktis.

“Sudah ada ketentuan politik NU yang menjadi acuan setiap warga NU. Di situ diatur bagaimana NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai dan norma yang dianut, menyalurkan aspirasi politik, membangun komunikasi politik. Tapi sekai lagi, bukan politik praktis,” katanya. (tim)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...