
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pasuruan melalui dinas pertanian membantah pernyataan Kades Kawisrejo Kecamatan Rejoso, H. Toyib, yang mengatakan para petani di Rejoso belum tersentuh pupuk subsidi dan asuransi.
Sebelumnya, Toyib menyebut jika petani di desanya tak tersentuh pupuk subsidi, dan tak menerima asuransi pertanian bila sawahnya mengalami gagal panen akibat bencana atau diserang hama.
Baca Juga: Polemik Kecurangan Jatah Pupuk Subsidi Petani Desa Mander Tuban Berbuah Mediasi, Ini Hasilnya
"Untuk asuransi itu belum ada, kalau ada saya kan dapat duluan," jelas Toyib kepada HARIAN BANGSA, kemarin (13/01).
Menanggapi hal itu perwakilan dinas pertanian yang meminta agar namanya tak disebut, mengatakan bahwa Pemkab Pasuruan sudah menyediakan pupuk bersubsidi lewat Pemerintah Kecamatan Rejoso.
"Kecamatan Rejoso sudah disediakan pupuk dan juga ada asuransi tani semisal gagal panen atau banjir. Tapi yang asuransi pertanian gak secara langsung dapat, tunggu survei lapangan dulu," jelas pria yang menjabat Mantri Pertanian UPT Rejoso ini kepada HARIAN BANGSA saat ditemui di Kantor Balai Desa Kawisrejo, Rejoso, Pasuruan, Kamis (14/10).
Baca Juga: Kios Pupuk Subsidi di Desa Mander Tuban Diduga Tak Bagikan Jatah ke Petani Selama 13 Tahun
Ia menjelaskan, bahwa kelompok tani (poktan) tinggal mengajukan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk bisa mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.
Terkait asuransi pertanian, ia juga memastikan sudah bisa dimanfaatkan para petani. Namun, asuransi atau ganti rugi yang diterima petani memang tidak bisa langsung diberikan, melainkan harus melalui tim survei lapangan yang akan menghitung kerugian petani.
"Misal petani sawah, kerusakanya disebabkan banjir, atau hama, itu ada peninjauan. Lima hari baru nanti ada peninjauan lapangan, kerugianya apa, luas sawahnya berapa," jelas mantri tersebut. (afa/rev)
Baca Juga: Alokasi Pupuk Subsidi Kabupaten Tuban Tertinggi se-Jatim di 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News