Tafsir Al-Kahfi 50: Kabinet Dalam Pemerintahan Iblis

Tafsir Al-Kahfi 50: Kabinet Dalam Pemerintahan Iblis Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lilzhzhaalimiina badalaan

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.

TAFSIR AKTUAL

Makhluq itu ada dua: berakal dan tidak berakal. Makhluk berakal ada dua: terlihat dan tidak terlihat. Makhluk tak terlihat itu ada dua: Malaikat dan Jin. Manusia itu makhluq berakal dan terlihat. Sedangkan makhluk terlihat dan tidak berkal juga ada dua: hewan dan jamadat, benda mati.

Syetan itu bukan makhluq, melainkan power buruk yang low energi, mudah menyusup dan mudah dihalau. Makanya, siapa pun yang berbuat keburukan, maka dia syetan atau kemasukan syetan. Bisa manusia (syayathin al-ins), bisa jin (syayathin al-jinn). Jin itu sama dengan manusia, ada yang shalih dan ada yang durhaka.

Jika manusia punya tata kerja, pemerintahan, organisasi, perkumpulan dalam mengemban amanat dan menjalankan misi, maka Iblis juga demikian. Berikut sebagian kementerian dalam pemerintahan Iblis:

Pertama, Menteri Zalanbur. Kementerian yang dipimpin Zalanbur ini membidangi pasar, mall, centra bisnis, dan lain-lain. Bukan untuk perdagangan dan komoditi, tetapi untuk penggodaan manusia saat bertransaksi. Didorong berbuat curang, dusta, menipu, dan lain-lain.

Makanya Rasulullah SAW pernah mewanti-wanti: "Kalian jangan sampai menjadi orang pertama masuk pasar atau orang terakhir keluar dari pasar". Maksudnya, jangan berlama-lama di pasar, kerja, belanja seperlunya, dan segera pulang. Di pasar banyak sekali godaan. Tapi Mall sekarang justru rasa rekreasi (?).

Itulah cerdiknya orang sekarang. Untuk itu, silakan sesekali mengajak keluarga dan anak ke mall, tapi jangan sering-sering. Jangan menanamkan moral Iblis di hati anak-anak melalui mall. Justru anak-anak harus diseringkan masuk masjid, majelis ngaji agar tertanam jiwa ketuhanan yang bagus.

Kedua, Menteri Tsabr. kementerian ini membidangi urusan emergensi, bencana, kematian, kecelakaan, wabah, dan lain-lain. Tapi bukan mengurus jasa raharja, melainkan memperburuk keadaan dengan mengobarkan protes dan keluhan kepada Tuhan.

Manusia yang mendapat musibah tidak ditenangkan dengan sikap ridla, sabar, dan nerimo, melainkan dikompori agar kalap, dipanas-panasi agar menyalahkan Gusti Allah, sebagai tidak adil, tega, kurang apa saya ini, sudah shalat, puasa, ngaji, dll. kok masih begini dan diuji terus dan seterusnya.

Menteri Tsabr dan kroninya pasti segera sirna jika manusia menyuarakan "Inna li Allah wa inna ilah raji'un" dan dihayati mendalam. Ya, karena Tuhan hadir memenuhi jiwanya.

Ketiga, Menteri al-A'war. Kementerian ini membidangi dunia seksual dan nafsu birahi. Bukan untuk diarahkan ke pernikahan yang sah, melainkan dibisiki agar berselingkuh dan berzina. Zina itu nikmat dan asyik, murah dan meriah. Menu bisa berganti-ganti dan tidak membosankan seperti dalam pernikahan.

Makanya, agama mensyariatkan pernikahan dan menjamin akan diberi kecukupan setelah menikah, meski sebelumnya miskin. Menikah ibarat membuka pintu rezeki. Menikah sama dengan mematikan misi Kementerian al-A'war. Seluruh pejabat dan pegawai di Kementerian al-A'war berduka setiap kali ada anak manusia melakukan akad nikah. Maka, terlalu lama membujang dikhawatirkan menjadi rekanan al-A'war.

Piranti-piranti zina sangat diproyeksikan dalam kementerian ini dan berbagai media dioptimalkan mengarah ke sana. Makanya, agama memerintahkan umatnya memproteksi diri, seperti menutup aurat, larangan memandangi wanita bukan mahram, pergaulan maksiat, goyang dangdut, joget erotis, video porno, dan lain-lain. Itu semua program yang ditawarkan Kementerian al-A'war. Hati-hati dengan gadget yang ada di tangan, jangan sampai kita menjadi follower al-A'war.

Keempat, Menteri Masuth. Kementerian ini membidangi pemberitaan dan informasi. Bukan untuk memberi penyuluhan kepada publik dan mencerdaskan, melainkan mengolah berita menjadi gosip, fitnah, dan ghibah. Asyik sekali mengomentari keburukan orang lain. Semakin buruk sebuah berita, itulah berita terbaik. Bad news is good news.

Makanya, agama melarang ghibah, membicarakan keburukan orang lain. Tuhan baru mau mengampuni dosa penggunjing, setelah yang digunjing terlebih dahulu berkenan memaafkan. Barang siapa yang menutupi aib orang lain, maka Tuhan akan menutupi aibnya.

Jadi, dosa yang dilakukan secara tersembunyi, tidak diperlihatkan, tidak terang-terangan, maka itu hak pribadi dan bukan konsumsi publik, maka tidak boleh dibicarakan. Haram dan itu ghibah. Dosa sembunyi ini mudah diampuni, karena Tuhan Dzat yang mudah dilobi. Sedangkan dosa terbuka, kayak artis jogetan, buka-bukaan di depan umum, maka itu boleh dibicarakan. Sebab pelakunya sengaja mempublik diri.

Dosa terbuka begini ini susah diampuni, karena sudah menyebar, viral, dan banyak saksi. Jika Tuhan memaaf, maka banyak yang protes dan itu pertimbangan tersendiri bagi Tuhan.

Simak berita selengkapnya ...