Senin, 19 April 2021 16:00

Peduli Hutan, Perkawis Akan Gelar Kenduri Ageng di Lereng Wilis dan Tanam Pohon

Senin, 08 Februari 2021 15:56 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Peduli Hutan, Perkawis Akan Gelar Kenduri Ageng di Lereng Wilis dan Tanam Pohon
Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri). (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Perkawis (Pelestari Kawasan Wilis) Kabupaten Kediri akan menggelar kegiatan bakti alam melalui aksi konservasi yang dilakukan di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri pada Sabtu (13/2/2021) mendatang.

Tofan Ardi, Ketua Umum Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri) menjelaskan bahwa acara tersebut akan digelar dengan mengusung tema "Kagem Wilis" atau "Untuk Wilis" yang bermakna dedikasi dan kontribusi dari masyarakat untuk memperlakukan Wilis.

Menurut Tofan Ardi, "Kagem Willis" juga merupakan singkatan dari Kenduri Ageng Masyarakat Wilis. Ini dilakukan sebagai bukti dan kontribusi warga untuk semakin peduli, menjaga dan melindungi hutan.

Kenduri, lanjut Tofan, dalam tradisi masyarakat Jawa juga berarti slametan, yang secara simbolis digambarkan dalam wujud tumpeng (berbentuk kerucut) menyerupai gunung.

BACA JUGA : 

Menyedihkan! Saking Miskinnya, Waga Kediri Ini Jarang Ganti Pakaian, WWN pun Beri Bantuan

Relawan Oleng-Oleng Kediri Gelar Aksi Tanam dan Perawatan Pohon di Sumber Banaran

RGR Berkolaborasi dengan 87 Lovers, Latih ODGJ Membuat Sabun

​Puluhan Aktivis Lingkungan di Kediri Bersih-bersih Sampah Sungai Ketandan

"Simbolis ini merupakan wujud syukur dan permohonan kepada Tuhan YME agar diberikan keselamatan dan berkah bagi masyarakat di sekitar Lereng Wilis," kata Tofan, Senin (8/2/2021).

Masih menurut Tofan, spirit ini mengusung paham ecosentris, yakni sebuah kesadaran bahwa sebagai manusia hendaknya tidak mengedepankan egosentris, melainkan menumbuhkan kesadaran bahwa manusia harus peduli terhadap alam.

Masyarakat di Lereng Wilis, lanjutnya, hendaknya sadar bahwa Gunung Wilis bukanlah objek yang harus dieksploitasi, melainkan menempatkan Wilis sebagai subjek yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Dalam acara yang akan digelar pada tanggal 13 Februari mendatang, juga akan dilakukan penanaman sebanyak 500 pohon yang diikuti oleh 50 peserta dari Pelestari Kawasan Wilis serta digelar bursa produk organik hasil pertanian warga Desa Pagung," pungkas Tofan. (uji/zar)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...