Irigasi Beji diharapkan bisa penuhi kebutuhan para petani.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang (SDA-TR) Kabupaten Pasuruan akan melakukan pembenahan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan cukup parah secara totalitas.
Hal itu dilakukan untuk mendukung kelancaran suplai air irigasi pertanian di wilayah Kabupaten Pasuruan, di mana penanganan akan dimulai dari hulu hingga hilir. Untuk mewujudkan itu, pihak dinas sudah mengalokasikan anggaran DAK Rp 7,6 miliar.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
"Ada 8 titik jaringan irigasi yang tersebar di Kabupaten Pasuruan yang akan dibangun oleh Pemkab Pasuruan," jelas Kepala Dinas SDA-TR Kabupaten Pasuruan Ir. Misbah Zunib.
Ia menambahkan, tujuan dari pembangunan jaringan irigasi selain untuk mencukupi kebutuhan air irigasi para petani saat masa tanam, juga untuk mendukung peningkatan produktivitas di sektor pertanian. Saat ini proyek-proyek perbaikan itu masih tahap proses lelang. Pihaknya menargetkan pada awal April kegiatan pembangunan sudah dimulai.
Delapan titik jaringan irigasi yang akan dibangun yakni, saluran D.I Sumber Loo Kec. Rejoso Rp 655.378.000, irigasi Pancur Kec. Winongan Rp 722.622.000, jaringan irigasi Brojo Kec. Purwosari Rp 842.744.000, Sumber Ringin Kec. Winongan Rp 858.665.000, saluran Kedung Kec. Pandaan Rp 739.706.000, saluran Manggian Kec. Purwosari spse 4.4 Tender Rp 561.829.000, saluran Badong Kec. Bangil Rp 1.560.616.000, serta saluran D.I Sbr. Banyubiru Kec. Winongan spse 4.4 Tender Rp 1.340.681.000. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




