Senin, 10 Mei 2021 14:03

492 Hektare Padi di Jember 70 Persen Gagal Panen, Petani Gigit Jari

Selasa, 30 Maret 2021 16:41 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
492 Hektare Padi di Jember 70 Persen Gagal Panen, Petani Gigit Jari
Dua orang petani sedang menunjuukan hasil panen padi yang rusak karena serangan hama wereng.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Nasib petani padi di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Jember berbanding terbalik dengan yang dialami oleh petani Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan.

Jika petani di Desa Dukuh Demok Kecamatan Wuluhan baru saja menggelar panen raya, mereka harus gigit jari setelah tanaman padinya gagal panen disebabkan karena serangan hama wereng.

Abdul Manab, salah satu pemilik tanaman padi warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Jember, mengelus dada karena kerugian yang dialaminya. "Milik saya luasan kurang lebih setengah hektare hanya mendapatkan uang Rp 2,3 juta," keluhnya.

"Padahal, untuk biaya tanam dan perawatannya sudah kurang lebih 10 hingga 15 juta," tambahnya.

BACA JUGA : 

Bupati Hendy akan Jadikan Edamame Bagian dari Icon Jember

Dugaan Penyimpangan BLT DD, Kades di Jember Sebut Warga Penerima Pikun

Lima Bulan Belum Gajian, ​PPDI Jember Wadul ke Komisi A

Bupati Hendy Akan Jadikan Jember Sentra Kopi Terbesar di Indonesia

Untuk menyiasati kerugian yang lebih besar lagi, masyarakat setempat memilih untuk panen lebih awal dari yang seharusnya.

"Itu pun harus dipanen sebelum masa panen. Jika dibiarkan, maka akan habis tidak akan merasakan hasilnya sama sekali," ujarnya.

Bahkan kata Manab, beberapa padi milik warga lain ada yang dibakar. "Karena sudah tidak nutut (sebanding) dengan biaya panennya," pungkasnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Ketua Kelompok Tani Tirto Indah, Jazuli. Padi miliknya juga terdampak oleh hama tersebut.

Ia menjelaskan, rata-rata petani di Desa Kertonegoro gagal panen. "Ada sekitar 70 persen yang gagal panen, dari luasan 429 hektare keseluruhan di desa ini," jelasnya.

Ia mengaku sudah berupaya mengantisipasi serangan hama wereng dengan melakukan pengobatan, namun tidak mempan. "Misalnya dengan menggunakan obat di toko-toko pertanian, namun tidak ada hasil," terangnya

"Melihat kondisi petani saat ini, saya berharap ada perhatian dari pemerintah agar petani tidak terlalu merugi," tambahnya. (yud/eko/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untu...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...