Kamis, 15 April 2021 02:07

Geliat Karpet Produk Lokal di Masa Pandemi Covid-19 Tembus Pasar Inggris

Kamis, 01 April 2021 15:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Geliat Karpet Produk Lokal di Masa Pandemi Covid-19 Tembus Pasar Inggris
Karpet brand lokal You and Me (YUME) yang pangsa pasarnya tembus ke Inggris dan Asia Tenggara.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Geliat dunia usaha karpet di Surabaya kembali tumbuh subur di masa pandemi Covid-19 saat ini, baik permintaan lokal maupun ekspor. Hal tersebut dibuktikan dengan karpet produksi PT Classic Prima Carpet Industries yang mampu menembus pasar Inggris.

Di awal pandemi Covid-19 pada Maret tahun lalu, penjualan karpet menurun drastis dan sangat sulit mencapai target penjualan Rp25 miliar hingga Rp30 miliar per bulan.

"Awal pandemi untuk mendapatkan 20 miliar rupiah per bulan saja sangat sulit. Namun seiring berjalannya waktu, sudah kembali ke start awal yaitu 25 sampai 30 miliar rupiah per bulan," kata Direktur Marketing PT Classic Prima Carpet Industries, Choirul, di Surabaya, Kamis (1/4).

Karpet produk pabrik ini diekspor keluar negeri hingga ke Inggris dan menguasai hingga 40 persen di negara tersebut. Selain ke Inggris juga ekspor ke semua negara di Asia Tenggara, sebagian besar negara di Asia dan Australia.

BACA JUGA : 

Masuki Usia ke-5 Tahun, Ruparupa Berikan Cashback dan Diskon Menarik untuk 67 Ribu Produknya

Bank ​BRI Hebat, Bank Mandiri Terseret Kredit Macet Duniatex Rp 2,6 Triliun, Bank Lain?

Promo Paket Tambah Daya Listrik PLN Diperpanjang Hingga 30 April 2021

Investasi Jalan Tol Masif di Tengah Pandemi, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp501,05 M di 2020

Karpet produk pabrik ini diekspor keluar negeri hingga ke Inggris dan menguasai hingga 40 persen di negara tersebut. Selain ke Inggris juga ekspor ke semua negara di Asia Tenggara, sebagian besar negara di Asia dan Australia.

"Namun pangsa pasar sangat tinggi di dalam negeri hingga 60 persen. Dulu, jauh sebelum pandemi kita kalah sama produk China dan Mesir. Tapi sekarang kita merajai, itu juga berkat Presiden Joko Widodo yang mengampanyekan tidak suka produk asing dan memberikan banyak stimulus ekonomi perbankan," ujar Choirul.

Karpet diproduksi di dua tempat yaitu Surabaya dan Jombang dengan total 900 tenaga kerja. Choirul optimis target penjualan pada tahun ini mampu mencapai Rp350 miliar. Sedangkan untuk konsumen yang dibidik adalah rumah tangga sebanyak 30 persen, otomotif (mobil) 30 persen, dan hotel, restoran serta perkantoran sebanyak 40 persen.

Menurutnya, pandemi Covid-19 justru membawa berkah karena permintaan karpet yang merek lokal secara online juga meningkat. Salah satu brand lokal yang naik pangsa pasarnya adalah You and Me (YUME) berbendera CV Amore Timor Jaya Collections dan brand Adroos.

Direktur Utama CV Amore Timor Jaya Collections, Frans Thiodoris mengatakan, kualitas karpet yang disuguhkan YUME ini memiliki standar di atas rata-rata. Karpet ini lebih elegan karena warnanya yang soft atau lembut dan motifnya mengikuti tren terbaru yang berganti tiap dua bulan.

"Kita jual karpet mulai ukuran 40 kali 60 centimeter hingga 100 kali 150 centimeter. Untuk harganya 29 ribu rupiah sampai 135 ribu rupiah per biji," kata Frans.

Karpet merek lokal YUME dipasarkan secara online di Tokopedia dan Shopee. Sementara yang mereka Adroos dipasarkan secara offline. Produk merek lokal YUME ternyata juga banyak dijual oleh ibu-ibu UMKM karena harga terjangkau dan berkualitas tinggi. (cat/rev)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...