Sabtu, 08 Mei 2021 19:31

Gegana Brimob Polda Jatim Ledakkan Tas Hitam Diduga Berisi Bom di Kediri, Ternyata Isinya Hanya ...

Senin, 12 April 2021 13:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Gegana Brimob Polda Jatim Ledakkan Tas Hitam Diduga Berisi Bom di Kediri, Ternyata Isinya Hanya ...
Anggota Tim Gegana Brimob Polda Jatim saat mengecek isi tas hitam yang ditemukan di halaman Kantor DPRD Kota Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya Tim Gegana Brimob Polda Jatim meledakkan tas hitam yang diduga berisi bom, yang ditemukan di halaman Kantor DPRD Kota Kediri, Senin (12/4).

Anggota Tim Gegana harus meledakkan tas tersebut guna memastikan isinya. Untuk meledakkan tas itu, salah satu anggota tim yang mengenakan baju khusus seberat sekitar 40 kg, harus mendekat ke lokasi tas untuk meletakkan alat deteksi bom.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tas hitam tersebut diledakkan dari jauh. Saat tas akan diledakan, lokasi gedung dewan dan sekitarnya dikosongkan. Semua orang tanpa kecuali, diminta meninggalkan Gedung DPRD Kota Kediri dan sekitarnya. Termasuk para wartawan.

Arus lalu lintas di depan Kantor DPRD Kota Kediri juga disetop, sampai peledakan selesai.

BACA JUGA : 

Wali Kota Kediri Bersama Forkopimda dan Ulama Ajak Masyarakat Salat Idul Fitri di Rumah

Terus Perjuangkan Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air, ARPL Temui Kadisparbud

Semarakkan Bulan Ramadan, Pemkot Kediri Gelar Festival Hadrah Al Habsy Al Banjari

Bagi Warga Kota Kediri, Pasang Baru Instalasi PDAM Cukup Rp 350 Ribu, Ini Promo Ramadan

Usai peledakan pertama, petugas mengecek lagi. Akhirnya diputuskan peledakan kedua harus dilakukan, untuk memastikan bahwa isi tas hitam itu benar-benar hancur.

Setelah peledakan kedua usai, Tim Gegana mengecek lagi dan memastikan bahwa isi tas hitam tersebut hanya batu bata merah, beterai ABC, dan sebuah jam tangan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo membenarkan, bahwa hasil analisa yang dilakukan dengan cara distrakter oleh Tim Gegana Polda Jatim, isi tas tersebut hanya batu bata merah, baterai, dan juga jam tangan.

"Itu tadi bukan peledakan ya, tapi proses tadi dinamakan distrakter. Distrakter sendiri adalah sebuah proses penceraiberaian barang yang diduga bom. Tadi operator dari penjinak bom langkah pertama tadi menganalisa, apakah dalam tas tersebut ada unsur bahan peledak atau rangkaian bom atau tidak," kata kapolres didampingi Kasatreskrim Iptu Girindra Wardhana.

Menurut AKBP Eko, operator melakukan distrakter sebanyak dua kali. Distrakter pertama hanya untuk membuka case. Kemudian distrakter kedua untuk menghancurkan isinya.

"Dan ternyata hasil dari distrakter kedua itu hanya ditemukan barang-barang seperti batu bata, baterai, dan juga jam tangan. Jadi tidak ada unsur bahan peledak," ujar AKBP Eko Prasetyo.

Sementara itu, Iptu Girindra Wardana menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah tas tak bertuan ini terkait aksi teror.

"Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan tidak bisa memutuskan ini adalah aksi teror, jelas kita belum bisa. Karena semua bisa terjadi. Baik itu orang ketinggalan barang bawaan atau lainnya. Maka dari itu, kita masih lakukan proses penyelidikan," kata Iptu Girindra.

Diketahui sebelumnya, pihak keamanan DPRD Kota Kediri dibuat geger dengan penemuan tas misterius yang ada di dekat pintu gerbang sebelah selatan pada pukul 05.30 WIB.

Pengakuan awal pihak pengamanan yang sempat membuka resleting tas tersebut, terlihat sebuah baterai dan kabel. Temuan tas itu akhirnya dilaporkan ke polisi. (uji/rev)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...