Senin, 10 Mei 2021 02:41

Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi

Minggu, 18 April 2021 16:34 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi
Para peziarah yang terlanjur datang, diarahkan ke pendopo atau ke Masjid Auliya Setono Gedong. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meski masih masa pandemi Covid-19, hal itu tidak menghalangi sejumlah peziarah untuk datang ke Masjid Auliya Setono Gedong di Kelurahan Setono Gedong, Kecamatan Kota Kediri. Tepatnya di Jalan Dhoho, Malioboro-nya Kota Kediri.

Mereka yang datang sebenarnya tidak hanya ingin menghabiskan waktu di dalam masjid saja, tapi ada juga yang ingin ke Makam Syekh Wasil Syamsudin yang berada di belakang Masjid Auliyah Setono Gedong.

Namun sayang, para peziarah yang datang harus kecewa karena Makam Mbah Wasil masih ditutup sementara karena pandemi Covid-19. Meski tak bisa berziarah ke Makam Mbah Wasil, para peziarah masih diperkenankan oleh petugas untuk berada di Pendopo Setono Gedong ataupun di masjid.

Fendi (30), peziarah asal Krian, Sidoarjo mengaku sengaja datang ke Kediri bertujuan ziarah ke Makam Mbah Wasil. Namun karena Makam Mbah Wasil masih ditutup, sehingga ia hanya bisa berdoa dari masjid atau pendopo.

BACA JUGA : 

Razia Balap Liar, Polres Kediri Amankan Puluhan Sepeda Motor

Puluhan Guru Ngaji Kampung di Kediri Dapat Kado Ramadan dari Yayasan Guru Bansa

Bulan Ramadhan, PJI Kediri Berikan Santunan Anak Yatim di Panti Asuhan Kodim 0809 Kediri

Tinjau Operasi Pasar Murni, Wali Kota Kediri Imbau Masyarakat Belanja Secara Bijak dan Cerdas

"Saya datang tadi malam. Maunya langsung berziarah ke Makam Mbah Wasil tapi tidak bisa masuk makam karena makam masih ditutup katena pandemi. Oleh perugas, saya diarahkan ke pendopo atau di masjid saja," kata Fendi saat ditemui di teras Masjid Auliya Setono Gedong, Minggu (18/4).

(Makam Mbah Wasil yang pintu masuknya tampak ditutup) 

Soni Iswayudi, Komandan Linmas Kelurahan Sentono Gedong, membenarkan bahwa Makam Mbah Wasil masih ditutup sementara selama pandemi ini.

"Bagi peziarah yang terlanjur datang, diarahkan ke pendopo atau di masjid saja. Kalau ditolak tentu kasihan, karena mereka datang dari jauh. Ada yang dari Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Surabaya, Cirebon, dan dari kota-kota lain di sekita Kediri," kata Soni saat berjaga di luar makam.

Menurut Soni, Makam Mbah Wasil memang selalu ramai oleh peziarah ketika bulan Ramadan. Tapi karena pandemi Covid-19, makam ini ditutup untuk umum sejak 2020.

"Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga para peziarah bisa bebas lagi berziarah ke Makam Mbah Wasil," harap Soni.

Lalu, siapa sebenarnya Mbah Wasil itu? Mbah Wasil atau Syekh Wasil Syamsudin, konon merupakan guru spiritual Raja Kerajaan Kediri, Sri Aji Jayabaya, yang berasal dari Timur Tengah. Mbah Wasil berniat menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kediri yang saat itu merupakan kerajaan besar di nusantara.

Dikutip dari buku berjudul "Inskripsi Islam Tertua di Indonesia" oleh C. Guillot, Luvdik Kalus, dan Willem Molen, Mbah Wasil merupakan tokoh penyebaran agama Islam yang terkenal di Jawa Timur, termasuk Kediri pada sekitar abad 10 Masehi.

Hal pertama yang dilakukan Mbah Wasil saat menyebarkan Islam di Kediri adalah dengan melakukan pendekatan ke warga. Tujuannya agar kehadirannya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Metode dakwah melalui pendekatan ini dilakukan karena saat itu warga Kediri sudah memiliki keyakinan lain. Di Kediri ketika itu banyak situs-situs berupa arca sebagai lokasi sembahyang.

Melalui pendekatan, Mbah Wasil berhasil menyebarkan Islam di Kediri. Islam pun berkembang pesat di wilayah yang kini dikenal dengan Kota Santri itu.

Setelah Mbah Wasil wafat, jenazahnya dikebumikan di area Masjid Setono Gedong. Selain Syekh Wasil, ada juga beberapa tokoh Islam yang dimakamkan di sini. Mereka antara lain Wali Akba, Pangeran Sumende, Sunan Bagus, Sunan Bakul Kabul, Kembang Sostronegoro, Mbah Fatimah, dan Sunan Amangkurat 3. (uji/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...