Minggu, 09 Mei 2021 08:06

​Ketua Lesbumi NU KH Agus Sunyoto Dimakamkan di Kediri

Selasa, 27 April 2021 19:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Ketua Lesbumi NU KH Agus Sunyoto Dimakamkan di Kediri
Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PBNU, KH Ngabehi Agus Sunyoto, semasa hidup. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PBNU, KH Ngabehi Agus Sunyoto meninggal dunia pada Selasa (27/4), di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan Surabaya, Jawa Timur.

Atas permintaan keluarga, jenazah KH. Agus Sunyoto di makamkan di Kediri, tepatnya di Kompleks Masjid Ar Rosyad, Dusun Balong, Desa/Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Wakil Ketua Lesbumi PWNU Jatim, Imam Mubarok membenarkan bahwa KH Agus Sunyoto dimakamkan di Kediri. Tepatnya di Kompleks Masjid Ar Rosyad, Dusun Balong, Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo.

"Pihak keluarga dari almarhum KH Agus Sunyoto sudah menyerahkan seluruh proses pemakaman kepada kami. Kami tentu sangat kehilangan sosok beliau (KH Agus Sunyoto). Beliau adalah guru kami yang mengajar lebih dari 27 tahun," kata Gus Barok, sapaan Wakil Ketua Lesbumi NU Jawa Timur itu, Selasa (27/4/2021).

BACA JUGA : 

Kiai Agus Sunyoto, Ensiklopedia Berjalan itu Tutup Usia

​Gus AMI Masih Dibutuhkan PKB, Tak Ada Rencana Jadi Ketua Umum PBNU

Jokowi Dukung Vaksin Nusantara, Tapi Tidak Pojokkan BPOM, Dahlan Iskan: Politik Santun

​Demi Marwah NU, Kader Gus Dur di Jatim Minta Said Aqil Mundur dari Komut PT KAI

Gus Barok juga mengaku bersyukur KH Agus Sunyoto bisa dimakamkan di Kabupaten Kediri. Menurutnya, KH. Agus Sunyoto adalah guru besar. Sedangkan Kabupaten Kediri adalah tempat dulu KH Agus Sunyoto memperjuangkan reformasi saat zaman Presiden Soeharto.

"Selain itu di Masjid Ar Rosyad, beliau pernah mengajar di pondok pesantren ini dan pernah beberapa kali mengisi ceramah di sini," terang Gus Barok.

KH Agus Sunyoto sendiri lahir di Surabaya, 21 Agustus 1959 dan dikenal sebagai sosok budayawan yang produktif menulis. Salah satu karyanya ialah buku "Atlas Wali Songo" yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara.

Ia berusaha meyakinkan publik bahwa Wali Songo adalah fakta sejarah, bukan sekadar dongeng. Bahkan yang terakhir sempat menulis sejarah Gajah Mada dalam tiga jilid. (uji/ian)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...