Agus Cahyono, Wakil Ketua DPRD Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Program insentif Rp 200 ribu tiap bulan untuk keluarga sehat pra-sejahtera yang dicanangkan Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menuai tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Agus Cahyono.
Kepada wartawan BANGSAONLINE.com, Agus mempertanyakan indikator keluarga sehat yang ditetapkan Pemkab Trenggalek. Salah satunya, terkait keluarga yang tidak sakit paru dan hipertensi.
BACA JUGA:
- DPRD Trenggalek Siap Teruskan Aspirasi 4 Tuntutan Guru PAUD Nonformal
- RDP Komisi IV DPRD Trenggalek Tampung Aspirasi PPG Prajabatan soal Prioritas Calon Tenaga Guru
- Ratusan Anggota Koperasi Madani Datangi DPRD Trenggalek, Tuntut Audit dan Pengembalian Dana
- DPRD Trenggalek Soroti Kisruh Tambang PT Djawani di Ngentrong: Diduga Ada Komitmen Tak Dipenuhi
"Bagaimana dengan validitas pendataan? Kemudian berapa pagu anggaran per tahun? Karena ini program baru dan user masih sulit diprediksi," ujar politikus PKS ini melalui WhatsApp, Selasa (11/5).
Agus juga mempertanyakan sumber anggaran yang digunakan untuk program ini. "Apakah dari refocusing atau sudah sesuai dengan regulasi yang ada?," cetusnya.
"Apakah program ini termasuk skala prioritas Trenggalek Meroket, mengingat APBD Trenggalek tidak besar. Sampai kapan program ini akan berjalan? Apakah sampai pilkada depan?," tambahnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Saeroni angkat bicara. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Agus Cahyono. Pertama soal keluarga yang menderita sakit paru dan hipertensi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




