Rabu, 04 Agustus 2021 12:43

Tiga Orang Meninggal Pasca Vaksin AstraZeneca, Kiai Asep: Salah Ulama yang Menghalalkan

Jumat, 21 Mei 2021 15:11 WIB
Editor: mma
Tiga Orang Meninggal Pasca Vaksin AstraZeneca, Kiai Asep: Salah Ulama yang Menghalalkan
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., merespon kasus tiga orang meninggal setelah divaksin AztraZeneca. Menurut Kiai Asep, makin banyaknya efek negatif vaksin AstraZeneca tak lepas dari fatwa ulama yang menghalalkan vaksin kontroversial itu.

“Ya itu salahnya ulama, seperti MUI Jatim. Sudah jelas proses pembuatan vaksin AstraZeneca mengandung unsur babi dan ginjal bayi manusia yang diaborsi kok masih dihalalkan. Siapa pun kalau berpikir manusiawi tak akan mau divaksin AstraZeneca, karena tak manusiawi,” tegas Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (21/5/2021).

“Fatwa itu kan menjerumuskan Presiden dan Gubernur Jatim,” tambah Kiai Asep yang dikenal sebagai pendukung fanatik Presiden Joko Widodo-KH Makruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia mengingatkan bahwa fatwa agama jangan dilatarbelakangi kepentingan duniawi, politik, dan ekonomi. 

Seperti diberitakan HARIAN BANGSA, Menteri Kesehatan (Menkses) Budi Gunadi Sadikin saat berada di Bandung, Selasa (19/5/2021) lalu, menyebut ada tiga orang meninggal setelah divaksin AstraZeneca. Meski demikian, belum diketahui pasti apa betul penyebabnya karena gejala usai divaksin atau tidak.

BACA JUGA : 

Kerja 13 Tahun Honor Nakes Rp 300 Ribu Per Bulan, Kiai Asep: Sekarang Uang Jadi Imunitas

Jangan Takut Tapi Jangan Sombong, Dalam Sejarah Islam Pernah Terjadi Wabah Tha’un

Usai Ojol dan Pedagang Kaki Lima, ​Gus Bara Beri Sembako dan Uang pada 301 Nakes di Mojokerto

Doakan Para Pemimpin Bisa Atasi Covid-19, Kiai Asep Minta Jangan Mengail di Air Keruh

Menurut Menkes, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) masih sedang diteliti. Ia mengungkapkan, vaksin AstraZeneca di Indonesia sudah didistribusikan dan disuntikkan pada 1,2 juta orang.

Dari jumlah itu, yang paling banyak di Jawa Timur. Yaitu sekitar 600 ribu dosis dan Bali sekitar 500 ribu dosis. Sedangkan distribusi wilayah Jakarta sekitar 150 ribu dosis.

Kiai Asep minta Menkes dan Kepala Dinas Kesehatan Jatim tidak ragu untuk menyetop peredaran vaksin AstraZaneca. “Kalau ingin jadi bithonah (pembantu) presiden dan gubernur yang baik, tolong hentikan peredarannya,” pinta Kiai Asep.

Putra KH Abdul Chalim, salah satu ulama pendiri NU itu, lalu mengutip Hadits Nabi yang artinya bahwa setiap pemimpin akan dikelilingi oleh dua bithonah (pembantu), yatiu bithonah yang baik dan bithonah yang tidak baik.

“Kalau bithonah yang baik pasti tidak akan menjerumuskan presiden dan gubernur,” tegasnya

Kiai Asep mengingatkan bahwa agama itu nasihat bagi manusia. “Addinun nashihah. Agama itu nasihat. Kalau diikuti akan baik dan nyaman. Tapi jika dilanggar akan membuat kita tidak nyaman,” tegas kiai miliarder yang dermawan dan gemar bersedekah itu.

Ia mengaku sudah lama berpikir efek negatif Vaksin AstraZeneca. “Sejak MUI Jatim menghalalkan AstraZaneca saya sudah berpikir, malapetaka apa yang akan ditimpakan Allah kepada bangsa Indonesia. Ternyata malapetaka beruntun. Termasuk gempa bumi di Malang, tenggelamnya kapal Nanggala 402 dan lainnya,” tambah Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, ditinjau dari lima tujuan syariat, ada dua prinsip penting yang dilanggar oleh penghalalan Vaksin AztraZeneca. “Yaitu hifdzud din (menjaga agama) dan hifdzun nafs (menjaga jiwa),” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Ia kembali mengingatkan paparan Dr. Ir. Hj. Mulyorini R. Hilwan, M.Sc., dalam ‘Sarasehan tentang Vaksin AstraZeneca’ di Gedung Pascasarjana Institut KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Ahad (4/4/2021). 

Sarasehan yang dikoordinasi Gus Zuhri, Ketua Komisi fatwa MUI Mojokekto itu, diikuti 22 Ketua Komisi Fatwa MUI kabupaten dan kota seluruh Jawa Timur. Bahkan Ustadz Ainul Yaqin, mantan sekretaris MUI Jatim yang kini Wakil Ketua MUI Jatim juga hadir sebagai pembicara.

Mulyorini R. Hilwan adalah auditor dari Direktorat Pelayanan Audit Halal Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Pusat.

Menurut Mulyoni, proses pembuatan Vaksin AstraZeneca bukan hanya menggunakan tripsin babi, tapi juga ginjal bayi manusia yang diaborsi. Penggunaan bayi manusia itu sudah berlangsung sejak sekitar lima tahun lalu. Dan ini merupakan tantangan bagi ilmuwan muslim untuk melakukan riset-riset.

Mulyorini yang berbicara secara virtual menjelaskan secara detail teknis proses pembuatan Vaksin AstraZeneca mulai awal hingga akhir lewat power point. Menurut dia, LPPOM MUI mendapatkan data itu dari dossier, yakni dokumen yang berisi bahan lengkap terkait Vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca. MUI mendapatkan dossier itu setelah melakukan audit dokumen di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indoenesia (RI).

“Jadi data itu sangat valid,” kata Kiai Asep. (mma)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...