Kamis, 29 Juli 2021 06:27

Candi Adan-Adan di Kediri Identik dengan Candi Borobudur, Luasnya 700 Meter Persegi Lebih

Senin, 14 Juni 2021 02:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Candi Adan-Adan di Kediri Identik dengan Candi Borobudur, Luasnya 700 Meter Persegi Lebih
Penemuan dua buah gentong atau genuk dari batu andesit di lokasi galian sisi barat daya dari pusat Candi Adan-Adan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tim Peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kemendikbud-Ristek RI, sudah beberapa hari ini berada di Kabupaten Kediri guna melanjutkan penelitian dan penggalian Candi Adan-Adan yang berada di Dusun Genuk, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah.

Penggalian Candi Adan-Adan sendiri sudah dilakukan beberapa tahap sejak tahun 1991 lalu. Penelitian dan penggalian tahun 2021 ini adalah tahap kelima. Pada penggalian tahap kelima ini, tim menemukan dua buah gentong atau genuk yang terbuat dari batu andesit.

Sukawati Susetyo, M.Hum., Ketua Tim Penelitian Candi Adan-Adan, menjelaskan tujuan penggalian kali ini untuk memperjelas bentuk denah dari Candi Adan-Adan.

"Jika selama ini baru ketahuan seperempat (dari luas sebenarnya) dan belum menemukan sudutnya, maka (penggalian) yang sekarang untuk memperjelas denahnya," kata Wati, sapaan Ketua Tim Peneliti Candi Adan-Adan itu, Minggu (13/6).

BACA JUGA : 

Masih Pandemi, Ritualan 1 Suro di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kembali Ditiadakan

Hari Jadi Kota Kediri ke-1142 Digelar Secara Virtual, Sandiaga Uno Beri Kado Istimewa

Sandiaga Uno Apesiasi Industri Kreatif dan Potensi Wisata Kota Kediri

Peringati Bulan Bung Karno, Pemkab Kediri Gelar Seni Budaya Pemersatu Bangsa

Menurut Wati, tim sudah menemukan sudut yang di sisi barat daya. Sekarang tinggal menarik garis lagi ke arah timur untuk mengetahui berapa panjang dinding candi sisi selatan.

"Yang ditemukan ini adalah bangunan Candi Adan-Adan, kemungkinan peninggalan Kerajaan Kediri pada abad 12 -13," ujarnya.

(Sukawati Susetyo, M.Hum., Ketua Tim Penelitian Candi Adan-Adan saat menunjukkan temuan berupa batu andesit yang ada bentuk pahatan dengan motif bunga. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

Untuk luas candi, Wati menerangkan bahwa untuk induk candi saja lebih dari 700 meter persegi. Belum termasuk pagar keliling dan ada pemukimannya.

"Kalau (berdasarkan) dari temuan Arca Bodhisatwa dan Arca Budha, Candi Adan-adan ini berlatar belakang candi Budha. Candi Adan-Adan ini sama dengan Candi Borobudur, yaitu sama-sama candi Budha aliran Budha Mahayana," terangnya.

Terkait dengan temuan dua gentong atau genuk di sisi barat daya, yang berjarak sekitar 500 meter dari candi induk, dia menduga hal tersebut merupakan peninggalan dari permukiman penduduk.

"Kalau gentong atau genuk, kita asumsikan sebagai tinggalan pemukiman ya, karena di sekitarnya juga kita menemukan keramik dan menemukan batu pipisan," tutup Wati.

Seperti diketahui, Situs Adan-Adan merupakan situs arkeologi berupa temuan benda bersejarah seperti batuan fondasi candi, makara, sistem pertirtaan (pengairan) yang diduga berupa embung, pecahan keramik, dan beberapa arca peninggalan era Kerajaan Kadiri dan Singosari yang terletak di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Situs yang juga disebut Candi Gempur atau Candi Adan-Adan ini berada di sekitar permukiman penduduk yang juga berdekatan dengan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Serinjing yang menjadi daerah aliran lahar dingin Gunung Kelud.

Kuat dugaan, situs ini tertimbun abu vulkanik dari Gunung Kelud setebal 11 lapisan sebelum ditemukan. Selain itu, pembangunan candi ini diduga juga sempat terganggu oleh beberapa bencana seperti letusan Gunung Kelud dan banjir besar dari aliran Kali Serinjing. (uji/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...