Walikota menambahkan, selama ini, warga Kota Surabaya sangat bersemangat mengikuti pelatihan dan juga pembekalan wawasan. Walikota mencontohkan, ibu-ibu rumah tangga yang awalnya tidak memiliki skill, setelah bergabung dengan pahlawan ekonomi dan mendapatkan pelatihan, mereka telah mampu menghasilkan produk yang bernilai jual.
Dan bulan lalu, anak-anak muda yang tertarik dalam industry kreatif, antusias mengikuti pelatihan kreatifi perihal membuat film pendek dan sebagainya yang disampaikan pelaku industry kreatif seperti Dennis Adhiswara.
Sementara Nur Haidah selaku anggota dewan komisioner OJK bagian pasar modal menyampaikan, OJK dan BEI kini sedang melakukan sosialisasi terpadu di Surabaya. Dalam hal ini, pihaknya ingin menjajaki kerja sama dengan Pemkot Surabaya. Salah satunya perihal meningkatkan kemampuan dan wawasan warga Surabaya. Apalagi, di Surabaya ada banyak ibu-ibu rumah tangga yang menjadi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Konkretnya kita ada pelatihan untuk mendorong wawasan masyarakat, terutama pelaku industry yang sedang berkembang. Seperti bagaimana berinvestasi, mengembangkan usaha, pengelolaan keuangan. Tentunya ini sangat penting bagi warga,” tegas Nur Haidah seusai kunjungan tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya selama ini telah memiliki banyak program pemberdayaan masyarakat. Seperti agenda Pahlawan Ekonomi yang digelar rutin setiap tahun dan juga banyaknya pelaku UKM. Dan itu selaras dengan program OJK.
“Bu Risma punya banyak sekali program yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Surabaya seperti UKM. Dan itu sejalan dengan OJK. Pada dasarnya, OJK menyambut baik bila ada yang bisa dikerjakan. Karena kalau kita tidak siapkan, kita tidak akan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Nantinya, arahnya sesuai tingkatan kemampuan level industri masing-masing,” sambung dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




