Pelayanan donor plasma konvalesen di PMI Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kebutuhan plasma konvalesen di Kabupaten Tuban akhir-akhir ini meningkat cukup tinggi. Hal ini seiring meningkatnya kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini diakui Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Tuban, Didik Suharsoyo. "Kebutuhan darah plasma konvalesen meningkat hingga 20 kantong per hari, sebelumnya hanya sekitar 8 kantong," ujar Didik Suharsoyo kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (14/7/2021).
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
Didik menjelaskan, PMI Tuban telah memenuhi kebutuhan plasma konvalesen sebanyak 1.031 orang. Namun begitu, masih terdapat 166 orang yang belum terlayani.
Belum terlayaninya plasma konvalesen bagi ratusan pasien Covid-19 itu lantaran stok yang tersedia masih kosong. Karena, seorang pendonor konvalesen hanya dapat mendonor setiap dua minggu sekali. Sedangkan selama ini jumlah permintaan tidak sebanding dengan pendonor yang ada.
"Jumlah permintaan lebih banyak dari pendonor yang ada, dalam sehari rata-rata hanya ada 5 orang pendonor," imbuhnya.
Direktur RSNU Tuban ini menuturkan, pihaknya tidak dapat memaksa penyintas untuk melakukan donor plasma konvalesen karena harus sesuai dengan batas waktunya.
Untuk itu, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan plasma konvalesen dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti TNI-Polri, dan perusahaan.
"Selain itu, kita bekerja sama dengan 5 rumah sakit di Tuban untuk men-screening para penyintas dan meminta supaya berkenan mendonorkan plasmanya. Karena sebelum menolong orang lain, kita juga memastikan keselamatan pendonor. Standarnya dua minggu juga harus sesuai," pungkasnya. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




