Ternyata RS Aura Syfa Memang Boleh Tarik Biaya Pemulasaraan Jenazah, ini Alasannya

Ternyata RS Aura Syfa Memang Boleh Tarik Biaya Pemulasaraan Jenazah, ini Alasannya Humas RS. Aura Syfa, Ana Luthfi L. M. Amd.Keb., saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

"Jadi biaya pemulasaraan tersebut adalah resmi dan ada rinciannya seperti biaya ambulans, biaya tenaga pemulasaraan, perawat, dan driver, termasuk untuk APD yang dipakai petugas," jelas Ana.

Ana menambahkan, proses pemulasaraan di rumah sakit Aura Syfa sudah sesuai prosedur dan sudah sepengetahuan pimpinan. "Pimpinan kami pun sudah konfirmasi ke Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri. Waktu itu langsung konfirmasi dengan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib," terangnya.

Ana kembali menegaskan jika Rumah Sakit Aura Syfa bukan rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Karena itu, semua biaya untuk perawatan pasien dan jenazah Covid-19 harus dibayar secara mandiri oleh pasien, karena pihak rumah sakit tidak mendapat pengganti dari Pemerintah. 

"Sebenarnya masalah ini adalah di luar urusan kami. Karena kami sudah konfirmasi ke pihak keluarga terkait biaya pemulasaran yang harus dikeluarkan dan semua ada rinciannya," tutup Ana Luthfi.

Diberitakan sebelumnya, Keluarga Rajikan (65), warga Desa Sotonorejo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, mengeluhkan penarikan biaya sebesar hampir 5 juta, atau tepatnya Rp. 4.878.000,- oleh Rumah Sakit Aura Syfa di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Pihak rumah sakit berdalih biaya tersebut digunakan untuk pemulasaran jenazah.

Almarhum Rajikan sendiri meninggal pada Senin (19/7) lalu pukul 15.00 WIB, karena positif Covid-19.

Sri Utami (43), putri pertama Rajikan, menceritakan kronologi orang tuanya terkonfirmasi Covid-19. Menurutnya, yang pertama dinyatakan positif Covid-19 adalah Sunarti (61), ibunya. Kemudian menyusul ayahnya.

Rajikan sempat dibawa ke rumah sakit di Desa Jabang, Kecamatan Kras. Tapi kemudian dibawa pulang lagi. Saat hendak dibawa lagi ke rumah sakit lain, Rajikan keburu meninggal. (uji/rev)