KH Hisyam Syafaat. Foto: alukhuwahkabs blongspot.com
BangsaOnline - Silaturahim para Rais dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangiternyata tidak hanya mendukung KHA Hasyim Muzadi menjadi Rais Aam dan KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah) sebagai ketua Tanfidziah PBNU. Para kiai yang berasal dari enam PCNU (Bondowoso, Lumajang, Situbondo, Jember, Kencong dan Banyuwangi) itu juga menolak sistem pemilihan model Ahlul Halli Wal-Aqdi(Ahwa) yang disorongkan tim dari panitia Muktamar NU ke-33 di Jombang.
Penolakan itu semula disampaikan PCNU Bondowoso, Lumajang dan Jember. Namun kemudian menjadi sikap bersama yang disampaikan Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali. Pernyataan sikap ini kemudian diformulasikan KH Abdurrahman Usman selaku moderator.
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
Banyak sekali alasan yang disampaikan para Rais dan Ketua PCNU itu. “Pertama, Tata Tertib (Tatib) Muktamar NU harus merujuk pada AD/ART. Sedang dalam AD/ART yang jadi dasar NU sekarangAhwa belum ada,” kata Kiai Masykur Ali.
Kedua, suasana NU sekarang tidak genting seperti Muktamar NU ke-27 pada 1984 di Situbondo. Ketiga, jika Ahwa dilakukan sama dengan menghilangkan hak PCNU sebagai pemegang pemilik suara. Apalagi PCNU ini sebenarnya sudah “Ahwa” atau “perwakilan” dari warga NU di bawah PCNU setempat. Keempat, kalau Muktamar NU ke-33 memutuskan Ahwa, maka pemberlakuannya harus pada Muktamar ke-34.
“Jadi enam PCNU itu menolak Ahwa dengan alasan-alasan itu,” kata Kiai Abdurrahman Usman kepada BangsaOnline.com.
Seperti diberitakan bangsaonline.com, acara silaturrahim PCNU se-eks karesidenan Besuki (Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Kencong, Situbondo dan Lumajang) bersama Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah) di Pondok Pesantren Darus Salam Blok Agung Banyuwangi pada hari Ahad, 8 Maret 2015, jam 19.00 Wib berjalan dengan penuh kekeluargaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




