Endang Pertiwi dibantu timnya saat mengambil sampel air Sungai Kresek untuk dibawa ke laboratorium. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sungai Kresek yang melintasi Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, diduga tercemar limbah berbahaya. Selain warnanya berubah menjadi abu-abu kehitaman, bau air juga tidak sewajarnya.
Bahkan di sungai tersebut tidak terdapat hewan air lagi, termasuk ikan.
BACA JUGA:
- 13 Hektar Terumbu Karang di Pasir Putih Rusak, Aktivis Lingkungan Lapor ke Komisi III DPRD Situbondo
- Tunggu Perahu Tambangan, Pria di Kediri Terjatuh ke Sungai Brantas
- Sumur Warga Plosolor Kediri Tercemar Limbah, Dewan Undang Masyarakat dan Pihak Terkait
- Terjunkan Tim Gabungan, Pemkot Kediri Bersihkan Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Sungai Kedak
Melihat keadaan air Sungai Kresek yang diduga tercemar limbah, beberapa aktivis lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Lingkungan KBR (Kediri Ben Resik) turun langsung untuk melakukan pengecekan. Mereka juga mengambil sampel air untuk dibawa ke laboratorium.
Endang Pertiwi, salah satu aktivis KBR Kediri Ben Resik, menduga sungai tersebut memang tercemar limbah berbahaya. Hal itu bisa dilihat dari kondisi air yang keruh dan berbau.
Menurutnya, indikator air sungai sehat itu salah satunya ada hewan anggang-anggang di atas air. Di Sungai Kresek hewan itu tidak ada, termasuk tidak ada ikan yang terlihat.
“Kemungkinan karena warnanya hitam, itu berarti kemungkinan ada limbah yang terbuang, akan tetapi perlu ada uji lab agar bisa memastikan yang terkandung di dalamnya itu (zat kimia) apa,” kata Endang didampingi aktivis lainnya, Adam Ari Wibowo, Senin (27/9) sore.






