Rombongan warga Mesuji keluar dan pindah ke Hotel Antariksa di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, sejak awal Bulan Maret. Tak berselang lama, salah satu jamaah calon umrah tersebut melapor ke kepolisian setempat.
Berawal dari penyelidikan itu, polisi pun bisa menemukan Agus Santoso, warga Yosowilangun Lumajang, yang menjanjikan umrah
gratis dengan membayar sejumlah uang untuk proses administrasi, "Jamaah ini sudah melewati Jawa Tengah dan Surabaya sebelum sampai di Malang. Di Malang, Ningsih menyerahkan jamaah ke Agus. Dia mengaku, menyediakan umrah gratis karena nazar dari ayah mertuanya," lanjut Kompol Decky.
Pengakuan sejumlah jamaah, mereka telah memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta untuk keperluan umrah. Agus mengaku hanya mengumpulkan uang rata-rata sebesar Rp 150 ribu per orang, "Itu untuk keperluan administrasi," ujarnya.
Lebih lanjut, pada tanggal 16 maret, Polres Mesuji di Lampung melakukan koordinasi dengan aparat Polres Malang. "Keluarga khawatir saudaranya itu akan direkrut masuk ISIS ke Suriah. Pemulangan sudah dilakukan bertahap menggunakan bus sejak Senin kemarin. Mereka sepakat menunggu giliran umrah di Lampung, kalau memang umrahnya benar-benar jadi," katanya.
Polisi yang melibatkan Intel Polres Malang, kini sedang mengembangkan kasus diantaranya untuk mencari tahu latar belakang Agus Santoso dan juga Ningsih. Polisi mengaku kesulitan mengumpulkan informasi dari ratusan warga Mesuji yang menjadi korban penipuan Agus. Polisi pun belum bisa mengungkap metode perekrutan yang dilakukan Ningsih kepada korban saat berada di Lampung ataupun di Jawa Tengah.
"Kalau ditanya mereka sering menghindar dan tak mau terbuka. Sampai sekarang kami masih mengembangkan kasus dan melibatkan Intel Polres Malang. Kami belum menemukan indikasi adanya keterlibatan ISIS. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Mesuji, Lampung karena perekrutan awal berlangsung di sana," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




