SURABAYA (BangsaOnline) - Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya mendesak pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas daging sapi secara mandiri. Ketua Komisi B mazlan Mansur, Kamis (19/3) mengatakan, selain adanya larangan gubernur agar pemerintah daerah tidak mendatangkan sapi dari luar daerah, kebutuhan daging sapi di Surabaya juga sangat besar.
“Kebutuhan di Surabaya mencapai 600 ekor, tapi yang tercover hanya 150-an,” ujarnya.
BACA JUGA:
- JGU Siapkan RPH Halal Tingkat Provinsi, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
- Ikuti Arahan Gubernur, JGU Inisiai RPH Halal Provinsi, Target Beroperasi Akhir 2026
- PT RPH Surabaya Sebut Stok Daging Sapi Cukup dan Prediksi Permintaan Tinggi pada Nataru
- Kisah Jihad, Nama Sapi Peternak Blitar yang Dipilih Presiden Prabowo sebagai Hewan Kurban
Selama ini, Mazlan mengakui untuk memenuhi kebutuhan daging sapi bergantung pada para spekulan. Keberadaan mereka akibat kurang mandirinya kota Surabaya dalam pemenuhan kebutuhan daging bagi masyarakatnya.
“Karena kurang mandiri akhirnya peluang itu ditangkap para spekulan,” tegasnya.
Pengusaha asal Bawean ini menegaskan, apabila kota Surabaya bisa memenuhi kebutuhan daging sendiri, ia yakin tidak ada celah bagi para spekulan. Bahkan, sebaliknya pemerintah kota bisa memperketat regulasinya.
“Namun saat ini, kondisinya dilematis. Mau ditertibkan, nanti bagaimana dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Untuk memenuhi besarnya kebutuhan daging sapi, di samping meningkatkan kinerja rumah potong hewan (RPH), ia mengharapkan pemerintah kota memberdayakan Dinas pertanian. “Agar mandiri, Dinas Pertanian harus diberdayakan melalui program penggemukan sapi,” terangnya.
Mazlan mengatakan, daging sapi merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Apabila RPH hanya diposisikan dalam hal pelayanan pemotongan, kinerjanya tidak maksimal. RPH menurutnya harus berorientasi bisnis, mengembangkan layanan tidak hanya untuk kelangan menengah ke bawah. Namun juga untuk kalangan menengah ke atas. Pasalnya, segmen tersebut yang justru menghasilkan pendapatan besar.
“Pendapatan besar ada di level menengah ke atas, dengan mensuplay hotel, restoran, supermarket. “ katanya.
Namun, menurut Mazlan target tersebut sulit terealisasi jika kondisi Rumah potong Hewan seperti saat ini yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah kota. Padahal, untuk melaksanakan program penggemukan sapi dibutuhkan lahan yang memadai. Ia yakin kebutuhan atas luasan lahan bisa terpenuhi apabila pemerintah kota serius dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




